Langkah-langkah Pembuatan Kompos dari Tanaman Jagung

Pertanianku— Kompos yang terbuat dari tanaman jagung dapat menjadi pendapatan tambahan petani jagung. Pasalnya, pembuatannya terbilang cukup mudah, hanya perlu dilakukan di dalam lubang. Selain itu, kualitas kompos yang dihasilkan juga tergolong baik hingga sangat baik. Biaya pembuatan kompos jagung juga relatif kecil, apalagi jika pembuatan kompos dilakukan langsung oleh petani jagung.

kompos jagung
foto: Pertanianku

Pengomposan daun dan batang jagung di dalam lubang cocok dilakukan di daerah yang sulit air atau memiliki curah hujan rendah dan di daerah yang banyak tiupan angin untuk mengurangi penguapan dan kehilangan nitrogen.

Proses pengomposan dilakukan di dalam lubang berukuran 1,5 m × 1 m × 1 m (panjang × lebar × dalam). Ukuran lubang tersebut mampu menampung bagian-bagian tanaman jagung sebanyak 1 ton. Daun dan batang jagung yang akan dimasukkan ke lubang perlu dicacah terlebih dahulu hingga berukuran 15—25 cm.

Setelah dicacah menjadi lebih kecil, seluruh bahan dimasukkan ke lubang dan ditumpuk per lapisan dengan ketebalan satu tumpukan sekitar 20 cm. Tiap lapisan dibasahi dengan seember air atau dengan 10 liter air, kemudian diberikan mikroba pengomposan dengan cara ditabur secara merata di atas permukaan bahan.

Tumpukan bahan terakhir yang berada di bagian paling atas perlu ditutup dengan plastik berwarna gelap dan tidak tembus cahaya. Bahan-bahan yang berada di dalam lubang pengomposan perlu dibalik secara rutin tiap minggu.

Mikroba pengomposan yang digunakan pada proses pengomposan kompos jagung dapat berasal dari beberapa sumber, di antaranya dekomposer komersial, dekomposer lokal atau lebih sering disebut MOL, dan dekomposer yang dihasilkan dari hasil samping pembuatan biogas. Dekomposer komersial yang bisa Anda gunakan adalah M-Dec, Orgadec, Probion, dan EM4.

Baca Juga:  Cara Membuat Pakan Silase Lengkap ala Penyuluh BPTP Lampung

Dekomposer komersial secara umum lebih unggul karena kemurnian mikrobanya sehingga dapat menghasilkan kualitas kompos yang sama pada setiap pengomposan. Namun,  dekomposer lokal juga dapat bekerja secara efektif dan menghasilkan kualitas kompos yang sama apabila prosedur pengomposan dan prinsip-prinsip dasar pengomposan dilakukan dengan benar.

Bahan-bahan kompos sudah agak melunak dan berubah warna menjadi cokelat tua setelah memasuki minggu ke-4.  Pada saat itu hampir seluruh bahan kompos ditumbuhi oleh hifa jamur berwarna putih, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak minggu pertama masa pembalikan kompos.

Memasuki minggu ke-5 aroma ammonia atau tengik pada bahan akan berangsur berkurang dan berganti dengan aroma fermentasi.