Langkah-langkah Pembuatan Saluran Kolam

Pertanianku – Saluran air kolam harus sudah direncanakan bersamaan dengan rencana pembuatan pematang kolam. Dengan demikian, pembuatan saluran dapat dilakukan setelah pematang selesai dibuat.Suatu unit kolam yang baik harus mempunyai dua unit saluran air, yaitu saluran pemasukan dan saluran pengeluaran air.

 Langkah-langkah Pembuatan Saluran Kolam

Pembuatan saluran air berbeda pada tambak udang atau bandeng yang mengandalkan pasang surut air laut. Pada tambak udang atau bandeng hanya mempunyai sebuah saluran air yang berfungsi ganda, yaitu sebagai saluran pemasukan dan pengeluaran air. Pintu airnya juga berfungsi ganda sehingga sirkulasi air tidak berjalan sempurna. Saluran pemasukan air untuk satu unit kolam terdiri atas dua buah, yaitu sebagai berikut.

Loading...
  1. Saluran utama, yaitu saluran yang menghubungkan saluran irigasi sampai ke bak pengendapan.
  2. Saluran cabang atau pembagi, yaitu saluran yang menyalurkan air dari bak pengendapan ke kolam. Sementara itu, saluran pembuangan air biasanya berfungsi ganda, yaitu sebagai pembuangan air rutin dari kolam ikan dan sebagai saluran pembuangan air pada saat banjir. Pembuangan air ini biasanya adalah terusan dari saluran utama yang tidak masuk pengendapan.

Saluran pemasukan air bisa berupa saluran tanah atau ditembok, tergantung biaya yang tersedia. Saluran tembok mempunyai kelebihan antara lain meminimalkan risiko bocor serta menghemat tempat dan biaya perawatan. Namun, dengan berbagai pertimbangan, biasanya yang ditembok hanyalah saluranpemasukan pembagi, sedangkan saluran pemasukan utama tidak ditembok.

Untuk membuat saluran tanah tidak begitu sulit. Pembuatannya hampir sama dengan pematang kolam, tetapi lebih sederhana. Hal yang harus diperhatikan adalah dasar saluran minimal harus 1 m lebih tinggi dari dasar kolam. Tujuannya agar pengaliran air lebih mudah.

Sebelum membuat saluran tanah, terlebih dahulu bersihkan rumput dan segala macam sampah, baik organik maupun anorganik. Seperti halnya pembuatan pematang kolam, saluran air pemasukan ini sebagian dibuat dengan menggali dan sebagian lagi dengan menimbun. Bentuk saluran air trapesium terbalik cukup dengan kemiringan 0,5%. Apabila terlalu miring akan mempersulit saat pemasukan air ke kolam karena saluran terlalu rendah.

Baca Juga:  Indonesian Grocery Project, E-Commerce untuk Mendorong Ekspor Pertanian

Saluran pemasukan pembagi sebaiknya ditembok supaya tidak ada kebocoran dan hemat tempat. Biasanya saluran ini dibangun di atas pematang kolam dan didesain sedemikian rupa sehingga bisa mengairi kolam di sebelah kiri dan kanan saluran.

Ukuran ideal untuk saluran pemasukan pembagi ini adalah 0,4—0,7 m pada lebar atas, lebar bawah 0,3—0,5 m, dan tingginya 0,25—0,35 m. Kelandaian saluran yang baik sekitar 0,5%. Artinya, beda tinggi saluran hanya 0,5 m untuk 100 m saluran atau 5 cm untuk setiap 10 m.

Saluran pada pintu pemasukan air ke kolam dibuat sedikit lebih rendah agar bisa mengalir ke dalam kolam dengan sendirinya. Pada saluran air pembagi ini harus dibuatkan peluncuran atau terjunan. Hal ini dilakukan apabila perbedaan tinggi antara pematang yang satu dengan yang lainnya terlalu tinggi sehingga terdapat anggelan pematang.

Saluran pembuangan air harus mampu menampung pembuangan air yang berasal dari kolam dan harus berhubunga langsung dengan jaringan drainase di luar unit perkolaman. Jaringan drainase ini bisa berupa selokan atau sungai, bisa juga sungai yang masih ada hubungannya dengan yang sudah masuk unit perkolaman. Dasar saluran pembuangan air minimal harus lebih rendah 25 cm dari dasar kolam dan lebarnya minimal 0,5 m.

 

Sumber: Buku Aneka Kolam Ikan

Loading...
Loading...