Langkah-langkah Usaha Pembenihan Lobster

Pertanianku Pembenihan lobster dapat dilakukan secara sederhana dengan skala rumah tangga. Proses perkawinan lobster biasanya terjadi pada malam hari menjelang pagi. Proses pemijahan berlangsung dengan cara induk jantan menyemprotkan sperma ke sel telur yang terletak di antara kaki jalan lobster induk betina. Telur yang sudah dibuahi akan berwarna kuning oranye dan terlihat bintik hitam.

pembenihan lobster
foto: Trubus

Jumlah telur yang dihasilkan oleh induk betina cukup bervariasi, bergantung pada jenis lobster. Namun, umumnya, jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 150–4.000 butir. Lobster sudah mulai mengalami matang gonad pada umur 6–7 bulan. Siklus pembenihan lobster berlangsung selama 2–3 bulan. Agar proses pembenihan lobster berlangsung dengan baik, simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Wadah pembenihan

Pembenihan lobster air tawar dapat dilakukan di kolam, akuarium, atau bak berukuran kecil. Semua wadah tersebut bisa menghasilkan benih yang hampir sama selama wadah dikelola dengan baik. Hanya saja setiap wadah memiliki kekuatan bahan yang berbeda.

Induk lobster

Pilihlah induk lobster yang sudah berumur lebih dari 1 tahun. Induk sudah dewasa kelamin sehingga bisa menghasilkan gonad yang maksimal. Induk tersebut juga dapat menghasilkan benih yang baik.

Apabila usaha pembenihan berdiri di atas lahan seluas 40 m2, Anda bisa menggunakan 30 pasang induk lobster dengan perbandingan antara induk jantan dan betina sekitar 1:3.

Aerator

Berikan aerator pada wadah pembenihan sebagai tambahan oksigen ke media air. Air yang masuk ke kolam induk juga perlu dibuat resirkulasi setelah dilakukan penyaringan dengan biofilter. Peralatan lain yang perlu Anda persiapkan adalah thermometer, pH meter, water heater, dan pompa air.

Manajemen air

Air media pembenihan perlu diganti secara rutin. Pada saat pergantian, Anda perlu sekaligus melakukan penyiponan untuk membersihkan sisa pakan.

Baca Juga:  Pakan Alami yang Cocok untuk Ikan Diskus

Pakan

Pakan yang bagus diberikan pada induk adalah pakan pelet dengan kandungan protein 30 persen sebanyak 2–3 persen berat ikan. Pakan diberikan sebanyak tiga kali sehari. Selama berada di dalam kolam perawatan, induk juga perlu diberikan pakan tambahan berupa pakan alami seperti tauge dan cincangan wortel.

Sementara itu, untuk benih, pakan yang digunakan adalah larva plankton Daphnia sp, klorella, Tubifex sp. dan Rotifer sp. Pakan diberikan sebanyak 1 persen dari berat biomassa.