Langkah Mudah Budidaya Cabai Jawa yang Berkhasiat

Pertanianku — Cabai jawa (Piper retrofractum) atau cabe jamu merupakan jenis rempah yang termasuk famili Piperaceae. Sifat tanaman rempah ini hampir sama dengan tanaman lada dan sirih. Budidaya cabai jawa bisa Anda lakukan di dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian dataran berkisar 1—600 meter di atas permukaan laut. Daerah tersebut memiliki curah hujan rata-rata 1.200—3.000 mm per tahun.

budidaya cabai jawa
Foto: Dok. Pertanianku

Jenis tanah yang disenangi cabai jawa adalah lempung berpasir dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik. Tanaman merambat ini dapat memanfaatkan tanggul batu dan pohon-pohon di tegalan atau hutan sebagai media merambat yang alami.

Budidaya cabai jawa dapat dilakukan dengan dua cara, yakni penanaman secara langsung dan dengan pembibitan terlebih dahulu.

Penanaman secara langsung dapat dilakukan melalui dua cara, yakni penanaman bibit dengan sulur panjat, kemudian menyusul tanaman panjatan (inang) atau sebaliknya. Sementara itu, penanaman melalui pembibitan dilakukan dengan menanam bahan setek yang diambil dari sulur panjat ke dalam polibag. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 1:2:3.

Persiapan lahan

Lahan yang akan digunakan harus dibersihkan terlebih dahulu. Selanjutnya, buat tiang panjat atau rambat dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Buat lubang tanam berukuran 40 × 40 × 40 cm dan larikan terbuka selama 4 hari.

Campur tanah galian dengan 5 kg kompos, 2 sendok makan NPK, dan 50 gram dolomit. Tanah yang sudah tercampur dimasukkan ke lubang dan biarkan selama 2 minggu. Beri rambatan dengan ketinggian minimal 150 cm.

Penanaman

Jarak tanam yang ideal bagi tanaman cabai jawa adalah 1,0—1,5 m dilakukan di sepanjang galengan atau 1,5 × 2,0 di lahan bidang olah. Waktu penanaman yang optimal dilakukan pada awal musim penghujan.

Baca Juga:  Menelisik Khasiat Daun Pegagan yang Melimpah

Prospek budidaya cabai jawa

Permintaan cabai jawa tidak hanya datang dari pasar lokal, tetapi juga konsumen luar negeri. Produk cabai jawa yang sudah dikeringkan sering digunakan sebagai bumbu masak dan berkhasiat sebagai bahan jamu tradisional serta obat pil. Terkadang, cabai jawa kering digunakan sebagai campuran minuman.

Tanaman rempah asli Indonesia ini dapat dijadikan sebagai tanaman obat yang ditanam di pekarangan di bawah tegakan.