Langkah Mudah Budidaya Kecombrang

Pertanianku — Apakah Anda senang mengonsumsi bunga kecombrang? Tanaman kecombrang sering dimanfaatkan bunganya untuk diolah menjadi sambal. Selain itu, tanaman ini juga merupakan pestisida alami. Berikut ini langkah-langkah sederhana bila Anda ingin melakukan budidaya kecombrang.

budidaya kecombrang
Foto: pixabay

Kecombrang memiliki nama ilmiah Etiulingera elatior. Tanaman ini masih berkerabat dengan tanaman jahe, temu kunci, kunir, dan kencur. Manfaatnya yang sangat luas membuat banyak yang ingin membudidayakan kecombrang.

Anda bisa membudidayakan kecombrang dengan memperbanyaknya dari rimpang yang sudah tua. Pilih rimpang yang sudah memiliki 2—3 bakal tunas yang baik.

Loading...

Selain dari rimpang, Anda bisa membudidayakannya dari anakan. Jika Anda melakukan setek anakan, gunakan pisau yang tajam agar penularan penyakit akibat luka bisa diminimalkan.

Selanjutnya, Anda bisa menyemai hasil setek ini selama 4—6 minggu. Siram secara rutin tanaman yang sedang disemai tersebut. Berikan pula pupuk untuk membuat pertumbuhannya menjadi lebih optimal.

Sebelum memindahkan tanaman kecombrang ke lahan, pastikan Anda sudah melakukan penggemburan lahan terlebih dahulu. Bersihkan lahan dari gulma dan buat pula saluran drainase pada lahan.

Lahan yang sudah digemburkan dibentuk bedengan dengan ukuran 90—100 cm. Bedengan tersebut kemudian diberi pupuk kandang dan kapur. Biarkan selama 2—3 minggu hingga lahan siap ditanami hasil penyemaian tanaman kecombrang.

Dalam kurun waktu 4—6 minggu, tanaman kecombrang akan bisa dipindahkan ke lahan. Jarak antartanaman kecombrang bisa berkisar 40—60 cm. Isi satu lubang dengan satu bibit rimpang atau bibit anakan hasil setek.

Pemeliharaan tanaman ini pun tidak begitu merepotkan. Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan mencabut bibit yang tampak terinfeksi penyakit ataupun hama. Sebaiknya, lakukan penyiangan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan.

Baca Juga:  Ini Komoditas Ekspor Pertanian Indonesia Paling Menggiurkan

Lakukan penyiraman pada selang waktu 5—7 hari sekali. Sementara, penyiangan gulma dilakukan dalam kurun waktu 4 minggu sekali. Pemupukan yang bersamaan dengan penyiraman bisa diberikan pupuk organik padat. Caranya adalah dengan melingkarkan pupuk pada tanaman dengan jarak 5—7 cm dari tanaman.

Tanaman kecombrang akan bisa dipanen setelah berumur dua tahun. Bunga kecombrang yang indah akan muncul dari buku-buku rizoma kecombrang. Sebaiknya, panen bunga saat masih dalam keadaan kuncup dan belum mekar.

Jika sudah pernah berbunga, tanaman kecombrang akan bisa berbunga 4—6 minggu sekali. Anda pun bisa memanen hingga 5—6 kuncup bunga per harinya.

 

Loading...
Loading...