Langkah Mudah Budidaya Sawi di Pekarangan

Pertanianku— Tanaman sawi sebetulnya cukup mudah dibudidayakan sendiri di pekarangan rumah. Anda dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk budidaya sawi, baik di lahan langsung maupun melalui instalasi hidroponik atau vertikultur. Untuk Anda yang tertarik untuk budidaya sawi sendiri di rumah, simak langkah-langkah berikut.

budidaya sawi
Foto: Dok. Pertanianku

Benih

Benih menjadi langkah awal yang sangat penting karena benih yang bagus dapat menghasilkan tanaman yang bagus pula. Saat membeli benih, Anda harus memastikan kemasan benih dalam keadaan baik dan benih belum kedaluwarsa.

Pengolahan tanah

Lahan tanah yang akan digunakan unntuk bertanam harus diolah terlebih dahulu agar tanah lebih gembur dan bebas dari penyakit. Pengolahan lahan dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 20—40 cm dan pembuatan bedengan. Bersihkan rumput dan gulma yang berada di sekitar lahan serta naungan yang menutupi lahan karena tanaman sawi lebih suka area yang terbuka.

Berikan pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektare sebagai pupuk dasar, kemudian ratakan pupuk dengan tanah yang sedang digemburkan. Jika pH tanah masam, berikan kapur pertanian untuk mengembalikan pH menjadi normal. Pengolahan tanah tersebut sebaiknya dilakukan 2—4 minggu sebelum tanam.

Pembibitan

Benih sawi perlu disemai terlebih dahulu agar mudah beradaptasi dengan lingkungan. Media semai dapat dibuat menjadi bedengan dengan lebar 80—120 cm dan panjang 1—3 meter. Bedengan dibuat setinggi 20—30 cm dan taburi bedengan dengan pupuk kandang, 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram KCl.

Setelah itu, tabur benih dan tutupi dengan tanah setebal 1—2 cm. Siram bedengan pembibitan. Setelah berumur 3—4 minggu sejak disemai, tanaman sudah bisa dipindahkan ke bedengan pada lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Baca Juga:  Membangkitkan Kembali Produksi Bawang Putih Dalam Negeri

Pemeliharaan

Tanaman sawi tidak perlu disiram apabila curah hujan sudah tinggi. Akan tetapi, di musim kemarau tanaman perlu disiram dua kali sehari secara rutin. Jika kondisi sedang tidak begitu panas, penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari. Selanjutnya, lakukan penjarangan pada 2 minggu setelah penanaman dengan mencabut tanaman yang terlalu rapat.

Jangan lupa untuk melakukan penyiangan pada gulma sebanyak 2—4 kali selama masa pemeliharaan sesuai dengan kondisi gulma yang tumbuh pada bedengan. Jika kondisi tanah bedengan sudah mengeras, Anda perlu melakukan penggemburan dan pengguludan yang dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

Saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam, berikan pupuk susulan dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan.