Langkah Mudah Budidaya Ulat Sutera

Pertanianku — Permintaan benang sutera domestik sampai saat ini masih terbilang cukup tinggi sehingga membuat usaha budidaya ulat sutera masih berpotensi mendatangkan keuntungan. Apalagi, produktivitas ulat sutera masih terbilang kurang bagus karena masih ada sebagian kokon ulat sutera yang diambil langsung dari alam sehingga hasil yang didapatkan masih bergantung pada hasil tangkapan.

budidaya ulat sutera
foto: Pixabay

Berikut ini beberapa langkah budidaya ulat sutera yang cukup mudah dipahami, dirangkum dari buku Budidaya Ulat Sutera Alam.

Persiapan kandang

Budidaya dilakukan di dalam kandang pemeliharaan khusus yang bisa membuat ulat lebih nyaman. Kandang bisa terbuat dari dinding tembok atau bahan lain yang mampu mencegah serangan predator. Sementara itu, bagian lantai sebaiknya dicor, disemen, atau dilapisi terpal plastik agar kondisi kelembapan tidak tinggi ketika musim hujan. Kandang berukuran 6 m × 4 m bisa digunakan untuk memelihara 1.000 ekor ulat.

Pakan

Keberhasilan budidaya ditentukan oleh jenis pakan yang digunakan. Larva ulat sutera alam bisa diberikan pakan daun sirsak, teh, alpukat, jarak pagar, kenari, jambu pagar, temulawak, dan berbagai jenis daun yang mengandung kadar air tinggi dan bersifat agak kaku. Di antara jenis dedaunan yang bisa digunakan, daun sirsak menjadi pakan berpotensi karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ulat.

Pemeliharaan ulat

Ulat dipelihara dari ukuran kecil (instar I—IV) hingga berukuran besar (instar V—VI). Tiap instar membutuhkan teknik perawatan, jenis pakan, dan wadah pemeliharaan yang berbeda-beda. Ulat berukuran kecil bisa dipelihara di dalam kotak pemeliharaan dan diberikan pakan daun sirsak dengan frekuensi pemberian sebanyak 1—3 kali. Sementara itu, ulat besar lebih cocok dipelihara dengan rak bertingkat untuk memudahkan teknik perawatannya.

Pemeliharaan kokon

Akhir masa ulat besar adalah pembentukan kokon yang merupakan produk utama dari budidaya ulat sutera. Pembentukan kokon biasanya terjadi pada daun tanaman atau pakan yang diberikan di dalam wadah pemeliharaan. Namun, tidak semua kokon dipanen untuk diolah menjadi benang. Ada sebagian kokon yang dipelihara untuk menghasilkan ngengat dewasa yang bisa berproduksi.

Baca Juga:  Jenis Domba Asal Luar Negeri yang Ada di Indonesia

Pengembangbiakan ngengat

Ngengat yang sudah dewasa selanjutnya dipelihara untuk melakukan proses perkawinan dan penetasan telur.

Dalam buku Budidaya Ulat Sutera Alam terbitan Penebar Swadaya, membahas proses budidaya ulat sutera alam yang baik dan benar, mulai dari pengenalan musuh-musuh alami bagi ulat sutera hingga tindakan pascapanen terhadap kokon-kokon ulat sutera. Untuk mendapatkan buku tersebut sebagai referensi usaha, Anda bisa langsung menghubungi WhatsApp admin Penebar Swadaya.