Langkah Mudah Membuat Pupuk Cair dari Urine Kambing

Pertanianku — Tidak hanya feses kambing, urine kambing juga dapat diolah menjadi pupuk tanaman. Pupuk tersebut merupakan pupuk organik cair yang dapat digunakan seperti pupuk kandang umumnya.

urine kambing
foto: Pertanianku

Pupuk organik memiliki banyak manfaat, mulai dari mendukung pertumbuhan tanaman hingga memperbaiki unsur hara yang ada di dalam tanah. Pupuk ini dapat menjadi pilihan alternatif saat harga pupuk kimia sedang melambung tinggi. Kinerja pupuk organik cair dari urine kambing terbilang bagus apabila pupuk diolah dan diaplikasikan dengan cara yang benar.

Pengolahan urine kambing sebagai pupuk juga membantu peternak mengatasi permasalahan limbah hasil peternakan yang bisa membahayakan lingkungan sekitar. Selain itu, produk pupuk tersebut dapat menambah nilai ekonomi dari kegiatan peternakan kambing.

Sebelum membuat pupuk, Anda perlu menyiapkan beberapa bahan tambahan yang diperlukan, seperti tetes tebu/molase, empon-empon yang terbuat dari berbagai macam rempah, bakteri R. bacillus dan Azobacter sebagai starter atau Anda bisa menggantinya dengan EM4 yang sudah banyak di jual di toko-toko pertanian offline ataupun online.

Bahan-bahan:

  • Urine kambing 150 liter
  • Tetes tebu/molase 750 ml
  • Empon-empon (temulawak, kunyit, dan lainnya) 5 kg
  • Bakteri sebagai starter fermenter 250 ml atau EM4

Cara membuat:

  • Larutkan molase dan bakteri EM4 di dalam air jernih sebanyak 10 liter, lalu aduk hingga rata.
  • Haluskan empon-empon yang sudah disiapkan.
  • Masukkan urine kambing ke drum plastik besar.
  • Tambahkan larutan molase dan bakteri EM4 dan empon-empon yang sudah halus.
  • Aduk hingga rata selama 15 menit, kemudian tutup drum secara rapat.
  • Isi drum harus diaduk setiap hari selama 15 menit.
  • Pupuk organik cair setelah proses fermentasi yang berlangsung selama 7 hari.
  • Pompa urine dengan pompa yang biasa digunakan pada akuarium dan dialirkan melalui talang plastik dengan panjang 2 m yang disusun seperti tangga selama tiga jam. Perlakuan ini berfungsi untuk menguapkan kandungan amonia agar tidak berbahaya bagi tanaman.
  • Pupuk cair sudah siap digunakan. Caranya, pupuk disiramkan atau disemprotkan ke tanaman.
Baca Juga:  Cara Memanfaatkan Limbah Sayur Sebagai Pupuk Organik