Langkah Mudah Menanam Bibit Setek Lada

Pertanianku — Hal penting yang harus Anda perhatikan ketika ingin menanam bibit setek lada adalah waktu dan cara menanam. Waktu menanam bibit lada sangat bergantung pada ketersediaan air, sedangkan cara menanam berkaitan erat dengan jenis bibit yang digunakan.

menanam bibit setek lada
foto: Pertanianku

Penanaman bibit lada sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Hal tersebut berguna mencegah bibit mengalami kekurangan air sehingga pertumbuhannya bisa berjalan dengan baik. Penanaman yang dilakukan pada musim kemarau akan memerlukan usaha untuk penyiraman yang lebih besar. Bahkan, bisa lebih besar lagi jika lokasi kebun yang digunakan jauh dari sumber air.

Cara menanam harus disesuaikan dengan bibit yang dimiliki, apakah bibit tersebut merupakan setek panjang atau setek pendek. Bibit yang digunakan harus memiliki panjang sekitar 5—7 buku.

Bibit setek lada panjang bisa langsung ditanam di lahan tanpa perlu melalui pembibitan terlebih dahulu. Agar petani tidak perlu melakukan penyulaman ketika ada bibit yang mati, tanam sebanyak 1—3 bibit setek di dalam satu lubang. Namun, bibit tidak bisa ditanam saling bertumpukan. Bibit harus ditanam agak berjauhan meski ditanam di dalam satu lubang yang sama.

Panjang setek yang ditanam ke dalam tanah sekitar 2/3 bagian bibit atau 4 ruas dari pangkal. Sementara itu, 1/3 bagian dibiarkan berada di atas tanah. Bibit diletakkan secara miring dengan derajat 45—60° ke arah tiang panjat agar mudah merambat.

Jika bibit berada di dalam kantung plastik, kantung tersebut harus dibuka secara hati-hati agar media tumbuhnya tidak pecah. Setelah itu, tanam di atas guludan atau gundukan lubang tanam.

Bagian setek yang akan ditanam harus dibersihkan terlebih dahulu dari daun-daun dan cabang. Daun yang disisakan hanya sekitar 3—4 daun di bagian bibit yang berada di atas tanah.

Baca Juga:  Langkah Mudah Budidaya Mentimun di Polibag

Setek panjang yang baru saja ditanam di lahan harus diberikan naungan agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Naungan bisa terbuat dari daun alang-alang, pelepah pisang, daun kelapa, dan daun kelapa sawit.

Setelah setek sudah tumbuh dengan kuat, naungan tersebut bisa dibuang. Biarkan cabang di bagian samping tumbuh dan tunas-tunas yang baru muncul bisa dipanjatkan.