Langkah Mudah Menanam Buah Kundur

Pertanianku — Kundur (Benincasa hispida) atau sering disebut sebagai bligo merupakan tanaman merambat dengan batang tanaman panjang dan lebih besar dari oyong. Sepintas, daun tanaman mirip dengan daun waluh. Buah kundur berbentuk lonjong, berbulu halus dan tajam, berdaging lunak, serta mengandung banyak air. Budidaya kundur bisa dilakukan di dataran rendah dan tinggi dengan ketinggian 1.000 m dpl.

buah kundur
Foto: pixabay

Hingga saat ini tanaman kundur masih jarang ditanam secara komersil. Tanaman ini hanya ditanam di pekarangan dan dibiarkan merambat di atap rumah, padahal kondisi ini bisa membuat atap rusak dan menyulitkan pemanenan buah.

Buah kundur membutuhkan lahan subur, mengandung banyak air tetapi airnya tidak menggenang, dan pH 5—6,5. Waktu penanaman yang baik adalah awal musim hujan atau awal musim kemarau. Namun, sebetulnya tanaman juga bisa ditanam pada musim kemarau, asalkan tanaman diberi penyiraman yang cukup. Berikut ini langkah menanam buah kundur yang bisa Anda ikuti.

Penanaman

Biji kundur dapat langsung ditanam ke dalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan. Lubang tersebut berukuran lebar 40 cm dan dalam 30 cm. Lahan yang ditanami tidak perlu dicangkul terlebih dahulu, kecuali jika lahan tersebut banyak ditumbuhi gulma atau alang-alang.

Satu lubang tanam diisi kompos atau pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 2—3 kg. Selanjutnya, masukkan 2—3 biji bligo, kemudian tutup dengan tanah setebal 5 cm. Biji akan tumbuh setelah lima hari ditanam. Nantinya, hanya 1—2 tanaman yang dibiarkan hidup, bibit yang memiliki pertumbuhan kurang baik akan dibuang.

Buatkan para-para

Setelah tinggi tanaman mencapai 50 cm, buatkan para-para dari bambu yang tingginya 2 m. Sebetulnya, tanaman kundur dapat dibiarkan merambat di atas tanah, kecuali pada musim hujan.

Baca Juga:  Jurus Meningkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Pemberian pupuk

Sebetulnya, tanaman jarang diberikan pupuk buatan. Namun, agar hasilnya bagus Anda bisa memberikan pupuk buatan berupa urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1:2:2. Pupuk tersebut diberikan saat tanaman berumur 1,5 bulan dengan dosis 40 gram tiap tanaman.

Pemeliharaan

Anda tidak perlu melakukan pemeliharaan khusus. Hama yang sering menyerang tanaman ini hanya oteng-oteng. Hama tersebut bisa diatasi dengan insektisida seperti Bayrusil 250 EC 0,2 persen.

Panen

Proses panen sudah bisa dilakukan setelah tanaman berumur 3,5 bulan. Tanaman yang dirawat dengan baik dapat menghasilkan 10 buah.