Langkah Mudah Menanam Bunga Gladiol

Pertanianku — Bunga gladiol tersusun dalam satu tandan yang berasal dari sumbu terminal. Kuntum bunga berjumlah 8 atau lebih dan berdiameter sebesar 12—18 cm. Bunga gladiol sering ditanam sebagai tanaman hias atau bunga potong dan sudah dibudidayakan sejak 500 tahun yang lalu. Anda bisa menanam bunga gladiol sendiri di pekarangan untuk kepentingan pribadi atau dikomersilkan.

menanam bunga gladiol
foto: pixabay

Bunga gladiol sering dipadukan dengan bunga potong lainnya dalam satu rangkaian bunga. Bunga ini mampu bertahan di dalam suhu kamar selama 4 hari.

Menanam bunga gladiol sebaiknya dilakukan di ketinggian 600—1.400 mdpl dengan kondisi tanah yang lempung dan berpasir. pH tanah yang dibutuhkan sekitar 5—6,5 dengan suhu udara sekitar 10—25°C. Tanah yang digunakan sebaiknya berdrainase baik dan mendapatkan sinar matahari secara penuh.

Pada periode inisiasi bunga hingga daun ke-6 atau ke-7 muncul, tanaman membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup. Jika kekurangan, tanaman akan tumbuh tidak normal. Sementara itu, intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan bunga mengering.

Tanaman bisa diperbanyak secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan melalui subang, anak subang, atau kultur jaringan. Untuk perbanyakan generatif, bisa dilakukan melalui biji. Akan tetapi, perbanyakan generatif lebih dilakukan untuk pemuliaan karena tanaman gladiol yang ditanam melalui biji merupakan tanaman heterozigote yang dapat menghasilkan keturunan yang sangat bervariasi.

Gladiol ditanam dalam guludan dengan jarak tanam sekitar 20 cm × 20 cm. Untuk satu hektare lahan, Anda membutuhkan bibit lebih kurang mencapai 150.000 subang. Penanaman subang sebaiknya dilakukan hingga sedalam 10—15 cm untuk mencegah tanaman roboh ketika hujan.

Subang tanaman yang sudah siap ditanam bisa langsung Anda tanam. Namun, jika Anda ragu dengan kondisi subang tersebut, sebaiknya rendam terlebih dahulu selama 15—30 menit dengan fungisida dan insektisida. Dosis yang digunakan harus sesuai dengan anjuran.

Baca Juga:  Jenis-jenis Angrek Primitif yang Ada di Indonesia

Berikan pupuk N 100 kg/hektare, P 150 kg/hektare, dan K 200 kg/hektare. Pupuk Nitrogen diberikan tiga kali pada saat daun kedua dan ketiga sudah terbentuk, saat primodia bunga muncul, dan setelah tanaman berbunga.

Jangan lupa untuk sering-sering melakukan penyiangan gulma yang dapat merugikan tanaman. Perhatikan kondisi tanaman agar dapat mendeteksi lebih dini serangan hama serta penyakit.

 

 


loading...