Langkah Mudah Mengobati Itik yang Cacingan

Pertanianku — Salah satu penyakit yang kerap dialami oleh itik adalah cacingan. Penyebab itik cacingan adalah nematoda Ascaridia perspicilllum. Nematoda tersebut bisa menular dan menginfeksi itik melalui kotoran itik, air minum, dan tempat pakan yang kotor.

itik cacingan
foto: pertanianku

Itik yang mengalami cacingan memiliki gejala seperti diare karena buang kotoran secara terus-menerus, kotorannya encer, badan kurus, dan wajahnya tampak pucat. Itik yang sudah terduga kena cacingan harus segera diobati agar tidak menular ke itik yang lain. Kalau serangan sudah telanjur parah karena sudah menyebar ke itik yang lain, Anda bisa mengalami kerugian karena harus mengeluarkan biaya pengobatan yang cukup besar.

Itik yang sedang mengalami cacingan bisa diobati dengan memberikan obat cacing secara rutin dan terprogram. Misalkan, itik dijadwalkan akan diberikan obat cacing pada umur 6, 12, dan 18 minggu. Obat cacing tersebut bisa diberikan ke itik yang sedang masuk fase bertelur, yaitu sekitar berumur 40 minggu.

Anda bisa menggunakan obat cacing untuk itik yang sudah beredar di pasaran, seperti levamisol dan febantel. Penggunaan dosis obat tersebut harus disesuaikan dengan anjuran yang tertera di kemasan. Jangan berikan obat dalam dosis yang kurang atau lebih.

Itik yang sudah terindikasi kena parasit ini sebaiknya dipisahkan atau diisolasi agar tidak menular ke itik yang sehat. Pasalnya, kotoran yang dikeluarkan oleh itik bisa menjadi media penularan untuk itik yang lain.

Anda harus lebih peka ketika melihat ada itik yang terlihat mengasingkan diri atau berperilaku aneh tidak seperti biasanya. Hal ini karena itik yang lemas dan memisahkan diri dari itik lain bisa menjadi gejala itik mengalami cacingan.

Sanitasi di dalam kandang harus dijaga dengan baik, lakukan pembersihan kandang secara berkala untuk membersihkan kotoran dan benda asing lainnya yang menumpuk di dalam kandang.

Baca Juga:  Kriteria Mesin Tetas yang Bagus untuk Digunakan

Selain itu, Anda juga harus rajin melakukan pembersihan tempat pakan dan minum yang sudah digunakan. Pembersihan tempat pakan dan minum wajib dilakukan setelah proses pemberian selesai. Tempat pakan dan minum harus rajin dibersihkan dengan air bersih dan disinfektan untuk menghindari sumber bibit penyakit.

 

 

 


loading...