Langkah Mudah Meningkatkan Produksi Jamur Merang Tradisional

Pertanianku — Hasil budidaya dapat maksimal apabila proses budidaya jamur merang yang Anda lakukan sudah optimal. Umumnya, ada dua cara budidaya jamur merang, yakni tradisional dan menggunakan rumah kumbung jamur.

 jamur merang
foto: Pertanianku

Proses budidaya jamur secara tradisional biasanya memiliki hasil produksi yang lebih rendah. Namun, Anda bisa meningkatkan hasil produksi tersebut dengan melakukan beberapa perawatan khusus seperti di bawah ini.

Menggunakan bibit yang tepat

Gunakan bibit jamur siap tanam (planting spawn) yang baik kualitasnya. Tidak terlalu muda (tidak ada spora berwarna merah jambu) atau terlalu tua (umumnya bibit lebih dari dua bulan), dan juga tidak terkontaminasi.

Bibit yang digunakan harus berasal dari strain yang baik. Anda bisa menggunakan bibit siap tanam berumur 2—5 minggu setelah inokulasi. Jangan menggunakan bibit yang terlalu tua (lebih dari lima minggu setelah inokulasi).

Perhatikan media tumbuh

Media tumbuh yang digunakan, baik jerami maupun bahan lain, harus masih baru, cukup kering, dan tidak terlalu lama dibiarkan di alam bebas. Masalah utama dalam budidaya jamur merang yang menggunakan jerami sebagai media tumbuh adalah jamur Coprinus sp. yang tumbuh lebih cepat daripada jamur merang. Jamur tersebut dapat menghambat pertumbuhan jamur merang. Bila belum akan ditanami, simpan media tumbuhnya di tempat yang aman dari kontaminasi.

Lindungi bedengan

Bedengan jamur harus benar-benar terlindung dari hujan, sinar matahari langsung, dan angin kencang. Bila tidak ada pohon rindang, beri naungan dari daun nipah/kelapa pada bedengan.  Walau harus diberi naungan, cahaya yang cukup pun masih dibutuhkan (cahaya pagi). Oleh karena itu, jamur merang jangan ditanam di tempat yang tertutupi, kecuali kalau dilengkapi cahaya buatan.

Cegah kekeringan dengan selubung plastik

Baca Juga:  Penyakit Tanaman yang Perlu Diwaspadai saat Musim Hujan

Anda perlu menggunakan selubung plastik untuk mencegah kekeringan pada minggu pertama setelah bibit ditanam. Ukur suhu bedengan jangan sampai melebihi 40°C. Bila cuaca sedang panas, buka sedikit selubung plastik atau beri lubang pada ujung selubung plastik. Selain itu, Anda juga bisa menyemprotkan air ke selubung dengan menggunakan sprayer untuk menurunkan suhu.

Bila menggunakan selubung plastik, bedengan tidak perlu disiram, kecuali mungkin setelah panen pertama atau kedua. Jangan menyemprotkan air langsung pada primordia jamur atau bila bedengan masih memperlihatkan adanya fase primordia.

Buang bibit yang sudah terkontaminasi

Kompos atau bibit terkontaminasi harus dimusnahkan atau dikomposkan lagi untuk pupuk tanaman. Pemupukan yang tepat akan meningkatkan hasil produksi.

Insektisida

Sebetulnya, tidak dianjurkan menggunakan insektisida, kecuali pada periode awal pembuatan bedeng. Insektisida yang digunakan adalah Klorox 2 persen.