Langkah Mudah Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele

Pertanianku — Pengelolaan air kolam ikan lele harus dilakukan dengan benar agar kualitas air kolam tetap baik. Kualitas tersebut dapat menurun seiring dengan berjalannya waktu pemeliharaan. Kualitas kolam yang buruk dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lebih terhambat sehingga proses budidaya akan berjalan lebih lama.

air kolam ikan lele
foto: Pertanianku

Penurunan kualitas air kolam dapat ditandai dengan bau busuk. Hal itu biasanya terjadi setelah 10 hari masa pemeliharaan. Bau busuk disebabkan oleh sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar kolam.

Keadaan air kolam yang buruk dapat menurunkan kondisi benih lele. Akibatnya, benih menjadi stres dan nafsu makan menurun. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan tingkat kematian benih menjadi tinggi. Berikut ini beberapa kiat menjaga kualitas air kolam ikan lele yang dapat Anda lakukan.

Menjaga kualitas air agar tetap stabil

Air kolam ikan lele perlu dikuras atau dibuang sekitar 2/3 bagian. Pengurangan tersebut sudah perlu dilakukan ketika air kolam mulai mengeluarkan aroma amis atau saat nafsu makan ikan berkurang. Pengurangan dilakukan dengan membuang air kolam pada bagian dasar sebanyak 2/3 bagian agar kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam dapat ikut terbuang.

Setelah itu, isi kembali kolam dengan volume sebanyak volume air yang terbuang.  Selanjutnya, tambahkan pupuk higienis dengan dosis setengah dari anjuran. Dalam waktu 2—4 jam kualitas air kolam akan kembali pulih dan segar. Hal tersebut juga menyebabkan kondisi tubuh ikan menjadi pulih, nafsu makan kembali tinggi, dan ikan terhindar dari kematian.

Pemupukan susulan

Pemupukan susulan perlu dilakukan ketika warna kolam sudah kembali menjadi bening. Biasanya, kondisi tersebut terjadi saat 4—5 hari setelah masa pemeliharaan. Anda perlu menjaga warna air kolam tetap hijau dengan pupuk susulan di hari ke-3 sejak pemupukan pertama.

Baca Juga:  Pengolahan Kolam yang Tepat untuk Ikan Patin

Jenis pupuk dan cara pembuatannya sama, tetapi dosisnya perlu dikurangi hingga setengahnya. Setelah diberikan pupuk susulan, air akan berubah menjadi berlendir kembali. Selain itu, air mengeluarkan aroma yang harum, seperti air kelapa muda.