Langkah Mudah Merawat Tanaman Melinjo

Pertanianku Tanaman melinjo sebenarnya cukup mudah dipelihara. Tanaman ini bisa dikembangbiakkan dari bibit sambung pucuk trisula ataupun dari biji tanaman. Tanaman ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah dengan pH 4,5—6,0 di ketinggian 100—1.200 m dpl dan suhu udara sekitar 18—35ºC. Melinjo tidak begitu tahan tumbuh di daerah kering sehingga tanaman ini lebih mudah tumbuh di daerah beriklim basah.

tanaman melinjo
foto: Pertanianku

Pengolahan lahan

Lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu untuk membersihkan gulma, kemudian buat lubang tanaman berukuran 40 cm × 40 cm × 30 cm. Jika Anda menanam lebih dari satu pohon, gunakan jarak tanam antarlubang sekitar 4—6 m. Lubang tanam diberikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10—20 kg.

Selanjutnya, tanam bibit dan tutup lubang dengan tanah gembur sambil ditekan ke bawah agar bibit tidak mudah roboh.

Pemupukan

Tanaman melinjo dapat dipupuk dengan pupuk buatan NPK (15-15-15) sebanyak 100—200 gram. Pupuk diberikan saat bibit berumur satu bulan setelah tanam. Selanjutnya, pupuk diberikan kembali saat tanaman berumur enam bulan setelah pemupukan pertama. Pupuk diberikan ke sekeliling tanaman.

Pemeliharaan

Selama masa pemeliharaan Anda perlu rutin membersihkan gulma yang tumbuh di bawah pohon. Gulma yang paling sering tumbuh adalah alang-alang.

Selain itu, Anda juga perlu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Sebenarnya, tanaman melinjo jarang diserang hama. Tanaman ini lebih sering diserang oleh penyakit busuk akar (layu), penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Penyakit ini dapat diatasi dengan fungisida Dithane M-45 0,2-0,5 persen. Fungisida tersebut diberikan pada akar tanaman.

Panen

Setelah tanaman dewasa, Anda bisa dapat panen daun muda, bunga, dan buah muda kapan saja ketika Anda membutuhkannya sebagai bahan campuran sayur asam. Sementara itu, jika Anda butuh panen buah tua, Anda perlu melakukan panen secara selektif dengan memanen buah yang sudah berwarna merah tua. Biji melinjo sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan emping, sedangkan kulit buah dibuat menjadi abon kulit melinjo.

Baca Juga:  Manfaat Buah dan Biji Nangka sebagai Obat Herbal