Langkah Mudah Merawat Tanaman Sirsak di Dalam Pot agar Rajin Berbuah

Pertanianku — Sirsak sangat bermanfaat sebagai obat herbal sekaligus memenuhi kebutuhan vitamin. Tidak hanya buahnya, bagian tanaman lainnya juga bisa digunakan sebagai obat herbal yang manjur untuk beberapa jenis penyakit. Semakin meningkatnya tren obat herbal di tengah masyarakat membuat tanaman sirsak semakin eksis. Anda bisa menghasilkan buah sirsak sekaligus obat herbal sendiri dengan cara menanamnya di dalam pot. Apalagi, cara merawat tanaman sirsak dalam pot tidak begitu sulit.

tanaman sirsak dalam pot
foto: Pertanianku

Teknik perawatan yang harus dilakukan hampir sama seperti tanaman buah umumnya yang meliputi pengairan, pemupukan, penggemburan, dan pemangkasan. Yang berbeda, hanyalah volume serta jenis pupuk yang digunakan.

Penyiraman

Penyiraman sangat diperlukan ketika sudah masuk musim kemarau. Penyiraman perlu dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Air siraman tidak boleh menggenangi media tanam lebih dari 12 jam karena akan menimbulkan penyakit busuk akar.

Penggemburan

Penggemburan harus dilakukan karena media tanam bisa memadat seiring berjalannya waktu. Salah satu penyebab pemadatan media tanam adalah penyiraman yang dilakukan secara berlebihan. Pemadatan tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat merusak sistem akar.

Pemupukan

Pemupukan susulan sudah harus dilakukan satu bulan setelah ditanam. Pupuk yang digunakan ialah urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 2:2:1. Dosis pupuk yang diperlukan untuk satu pohon ialah sebanyak 2 sendok makan. Pupuk diberikan dengan cara dibenamkan ke media tanam sedalam 10 cm.

Setelah tanaman mulai memasuki masa berbunga, pupuk yang digunakan ialah NPK (15-15-15) sebanyak 1 sendok makan per pohon. Pupuk tersebut diberikan dengan cara dikocor. Pupuk harus dilarutkan terlebih dahulu ke dalam 10 liter air, lalu diaduk hingga rata.

Pemangkasan

Pemangkasan berguna menjaga penampilan tanaman agar tetap prima. Sisakan hanya satu batang utama pokok, lalu potong pada ketinggian 60 cm agar memancing tunas baru untuk membentuk cabang baru. Bagian yang sudah dipangkas harus diobati dengan lilin cair atau cat menir untuk menghindari infeksi.

Baca Juga:  Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pala dengan Teknologi Sambung Pucuk