Langkah Pemilihan Bibit Sapi Perah


Pertanianku – Masa depan suatu peternakan sapi perah tergantung dari keberhasilan pada saat pemilihan calon bakalan (pedet dan dara) serta pembesarannya yang akan digunakan sebagai ternak-ternak pengganti bagi induk yang telah tua. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan calon bakalan sebagai berikut.

Langkah Pemilihan Bibit Sapi Perah

  1. Bangsa sapi (breed), dipilih sapi FH murni atau peranakan FH, atau bangsa yang lain.
  2. Silsilah (pedigree), harus dipastikan berasal dari tetua (induk dan pejantan) yang mempunyai keturunan produksi susu yang tinggi.
  3. Keadaan eksterior, bentuk badan harus cukup dan menarik. Untuk sapi dara, pemilihan bakalan didasarkan pada bangsa, keturunan, dan keadaan eksterior—dapat dinilai berdasarkan body condition score (BCS). BCS adalah penilaian kondisi tubuh yang didasarkan pada estimasi visual timbunan lemak tubuh di bawah kulit, sekitar pangkal ekor, tulang punggung, dan pinggul mengunakan skor. BCS dapat digunakan untuk menentukan potensi produksi susu dari seekor ternak. Pada sapi perah, nilai BCS berkisar 1—5 (Ilustrasi 3). Penilaian ini berdasarkan timbunan lemak yang dirasakan pada saat perabaan. Nilai 1 adalah sapi-sapi yang sangat kurus dan nilai 5 untuk sapi-sapi yang sangat gemuk. Cara melakukan penilaian dengan menekan perlemakan pada pangkal ekor dan di bawah kulit. Nilai BCS untuk masing-masing status ternak berbeda. Sapi dara sebaiknya memiliki nilai BSC 2,5; saat dikawinkan 2—2,25; saat beranak 3—3,5; dan saat laktasi 2,5—3.

Sumber: Buku Budidaya 22 ternak potensial

Baca Juga:  Kenapa Sapi Brahman Harus Diperlakukan Khusus?
loading...
loading...