Langkah Tepat Memaksimalkan Produksi Pisang Ala Balitbangtan

Pertanianku — Pisang merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia karena rasanya manis dan sangat mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Namun, petani pisang di Indonesia masih sering mengalami kendala dalam produksi pisang yang disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah penyakit layu fusarium yang dapat menyebabkan daun pisang menguning, pelepah layu, dan mengakibatkan tanaman mati.

produksi pisang
foto: ilustrasi pixabay

Penyakit layu fusarium tersebut dapat diatasi dengan cara membongkar tanaman pisang yang terserang penyakit lalu membakarnya. Setelah itu, lahan bekas penanamannya harus dibongkar dan disiram larutan fungisida. Cara tersebut disampaikan langsung oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Dodin Koswanudin dalam bimbingan teknis budidaya pisang.

Dilansir dari laman litbang.pertanian.go.id, petani pisang juga kerap dihadapi dengan penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas solanacearum. Bakteri tersebut akan menyerang tanaman dan menyebabkan daun pisang yang masih muda mengalami perubahan warna seperti tampak garis cokelat kekuningan yang muncul ke arah tepi daun. Nantinya, daun pisang akan mengalami perubahan warna menjadi menguning dan buahnya mengeluarkan lendir.

Penyakit layu dapat dicegah dengan memusnahkan tanaman yang sakit, lalu mengaplikasikan herbisida glyfosat 5 persen (5—20 ml). Selanjutnya, lakukan fumigasi pada lahan bekas penanaman.

Penyakit berikutnya yang menghantui para petani adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh cendawan mycosphaerella musicola mulder. Penyakit ini bisa dicegah dengan menerapkan jarak tanam yang ideal serta pemberian pupuk yang berimbang.

Sementara itu, penyakit kerdil yang disebabkan oleh virus banana buncchy top virus (BBTV) dan abaca bunchy top virus (ABTV) yang ditularkan oleh kutu daun pentalonia nigronervosa  dapat dicegah dengan menggunakan insektisida yang diperuntukkan mengendalikan hama dan kutu.

Baca Juga:  Itik Master, Hasil Persilangan antara Alabio dan Mojomaster

Kepala Seksi Produksi pada Bidang Hortikultura DTPHP Kabupaten Bogor, Agus Kurniawan menyebutkan bahwa akan ada alokasi pengembangan pisang barang jumbo (bajo) seluas 10 hektare yang akan tersebar di wilayah Cigudeg. Program tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bogor.

“Dalam rangka kegiatan ini penanaman bibit serentak akan dilaksanakan pada September 2021 dan untuk mendukung program pengembangan program tersebut, pihak DTPHP meminta Balitbangtan untuk mendampingi serta memberikan saran dan masukan agar program ini berjalan dengan baik,” papar Agus.