Langkah Tepat Mengatasi Pohon Pisang Kerdil Tak Kunjung Membesar

Pertanianku — Pohon pisang kerdil yang tidak bisa membesar sebenarnya merupakan salah satu ciri bahwa pohon tersebut terserang penyakit kerdil. Gejala penyakit kerdil cukup bervariasi dan dapat muncul di sepanjang umur tanaman.

pohon pisang kerdil
foto: Pixabay

Biasanya, pohon yang sudah terserang penyakit akan terlihat memiliki garis-garis hijau yang putus-putus di bagian pangkal daun kedua atau ketiga. Anda bisa melihatnya dengan menggunakan bantuan cahaya.

Di bagian punggung tangkai daun sering terlihat garis hijau tua. Terkadang, di bagian tulang daun berubah menjadi jernih. Setelah itu, daun jadi lebih mudah rapuh dan patah. Alhasil, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan daun-daun tanaman membentuk roset di bagian ujung batang palsu.

Penyakit kerdil yang menyerang pohon pisang disebabkan oleh musa virus 1 atau bananan virus 1 J.Jhonson. Virus tersebut dibawa oleh kutu daun. Virus sangat mudah menyebar melalui bahan tanaman dan kutu daun, tetapi tidak bisa ditularkan melalui alat pertanian atau cairan tanaman yang sudah terinfeksi. Di dataran tinggi, penularan virus paling sering terjadi karena vektor pembawa, yaitu kutu.

Perkembangan virus semakin tinggi di musim hujan karena suhu serta tingkat kesuburan tanah tinggi dan keadaan virus terlindungi.

Penyakit kerdil dapat ditangani secara kultur teknis dan kimia. Pengendalian secara kutlur teknis dilakukan dengan menggunakan bibit pohon pisang dari rumpun yang sehat. Terapkan sanitasi kebun yang baik dengan membersihkan tanaman inang di sekitar kebun dan bakar serasah yang berasal dari kebun.

Jika sudah terdapat beberapa rumpun pohon yang sakit, segera bongkar dan potong kecil-kecil agar tidak ada tunas yang masih tumbuh. Dengan begitu, siklus hidup virus di lahan bisa terputus dan tidak menular ke tanaman yang masih sehat atau tanaman lain yang akan ditanam.

Baca Juga:  Ulat Tentara, Hama Jagung yang Wajib Diwaspadai

Sementara itu, pengendalian secara kimia dilakukan dengan insektisida sistemik untuk mengendalikan populasi kutu di kebun. Pemberian insektisida dapat dilakukan sejak pembibitan atau persemaian. Namun, pemberiannya harus dilakukan sesuai dengan anjuran yang berlaku untuk menghindari dampak buruk akibat penggunaan pestisida kimia.