Larutan Roter untuk Menghemat Pakan Ikan Lele

Pertanianku— Pakan termasuk kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh pembudidaya karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan dan kesehatan ikan. Namun, penggunaan pakan tidak boleh sembarangan karena dapat membuat biaya produksi membesar. Ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar lebih hemat pakan lele. Salah satunya dengan larutan roter untuk menumbuhkan pakan alami di dalam kolam.

larutan roter
foto;: Pertanianku

Pakan alami terbukti dapat membantu pembudidaya ikan lele lebih hemat saat menggunakan pakan. Larutan fermentasi roter yang dibutuhkan untuk pakan alami bisa dibuat sendiri oleh peternak atau membelinya di pasaran. Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan roter.

Bahan-bahan:

  • Rumput laut atau azola 1 kg
  • Pisang 5 buah
  • Nanas 1 buah
  • Kangkung air 1 ikat, ambil batang dan akarnya
  • Yoghurt 0,5 liter
  • Minuman probiotik 5 botol
  • Usus ikan nilai/mujair 100 gram
  • Gula merah 1 kg
  • Ragi tapai 4 butir
  • Air kelapa 5 liter
  • Kepiting batu 4—8 ekor
  • Ragi roti 3 sendok makan
  • Air sumur 5 liter

Cara membuat:

  • Blender rumput laut, pisang, kangkung air, dan nanas.
  • Haluskan usus ikan nila dan kepiting batu.
  • Larutkan gula merah dalam 5 liter air mendidih, biarkan hingga dingin.
  • Campurkan semua bahan, kemudian aduk hingga 3—5 menit.
  • Simpan di dalam wadah tertutup seperti jerigen selama 14 hari. Buat aerator agar lebih aman.
  • Kocok larutan setiap 2—3 hari selama 5 menit.

Untuk mengurai bahan organik di air kolam seluas 3 m × 4m, gunakan 1 gelas larutan roter dan tambahkan gula merah, kemudian siramkan ke seluruh kolam.

Larutan roter ini bisa diperbanyak menjadi 70—100 liter larutan baru. Perbanyakan larutan roter dapat dilakukan dengan larutan roter 1 liter, gula merah 1 kg (didihkan terlebih dahulu), air kelapa 5 liter, minuman pribotik 5 botol, dedak 2—3 kg (didihkan terlebih dahulu dan ambil airnya), dan terasi 100 gram.

Baca Juga:  Sederet Keunggulan Bawal Hybrid Primadona di Kepulauan Riau

Setelah itu, campur seluruh bahan dan fermentasi pada wadah tertutup selama 14 hari. Bau tapai dari larutan termasuk salah satu ciri-ciri larutan berhasil diperbanyak.