Lebih Sehat, Ini Ciri Beras Tanpa Bahan Tambahan

Pertanianku — Sebagai makanan pokok Indonesia, keberadaan beras sangat penting dan menjadi kebutuhan utama pangan di negara ini. Tak hanya ketersediaannya, kualitas beras pun sangat penting. Sudah bukan rahasia bila beberapa beras yang beredar di pasaran diberi tambahan pemutih, pelicin, dan pewangi agar penampakannya memikat pelanggan. Meskipun begitu, jangan khawatir. Ada cara membedakan beras tanpa bahan tambahan tersebut.

cara membedakan beras
Foto: freepik

Secara alami, beberapa jenis beras memiliki keunggulannya masing-masing. Ada beras yang berwarna putih menarik, ada pula yang warnanya kusam. Warna ini juga dipengaruhi oleh proses pengolahan beras dan adanya sisa kulit ari pada beras. Semakin banyak penggilingan yang dilakukan, beras akan berwarna semakin putih dan bersih.

Warna beras ini juga menandakan kualitas beras. Pengikisan kulit beras memang akan membuat beras menjadi putih bersih. Namun, kandungan vitamin dan mineral pada kulit ari juga ikut terbuang.

Namun, beras umumnya tidak berwarna putih sempurna. Beras memiliki sedikit warna kekuningan. Bandingkan dengan beras ketan yang bukan merupakan makanan pokok, warna ketan sangat putih tanpa kekuningan.

Beras juga memiliki tingkat kelicinan yang beragam, tergantung jenis beras yang Anda beli. Selain itu, beberapa varietas beras juga secara alami memiliki aroma harum yang memikat. Namun, aroma ini tidaklah sangat kuat.

Ciri beras yang sudah diberi bahan tambahan dapat terlihat dari penampakannya. Beras ini memiliki warna yang terlalu putih. Ketika diraba, beras dengan bahan tambahan akan terasa lebih licin. Ciri beras seperti ini merupakan salah satu tanda bahwa beras diberi pemutih untuk memutihkan warna beras.

Jika Anda mencium beras biasa, akan tercium bau khas beras. Bila beras tersebut jenis varietas yang wangi, misalnya pandan wangi, aroma harum akan tercium samar dan tetap khas beras. Namun, beras yang sudah diberikan bahan tambahan kimia berbahaya akan memiliki bau tak lazim. Bau ini lebih mirip seperti bau zat kimia dibanding bau khas beras.

Baca Juga:  Varietas Unggul Baru Kedelai Kembali Dirilis, Produksi Tinggi dan Berbiji Besar

Coba simpan beras tersebut selama beberapa hari. Hasilnya, beras yang sudah diberi tambahan akan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Air hasil cucian beras tersebut juga tidak keruh. Beras ini bila dimasak akan menimbulkan rasa asam pada nasi.

Salah satu zat yang digunakan sebagai pemutih beras adalah zat klorin. Beras yang diberi zat klorin akan berwarna putih pekat dan tidak alami. Beras asli masih memiliki transparansi walaupun hanya sedikit. Namun, beras yang dicuci dengan klorin tidak sama sekali.

Karena mengandung klorin, beras yang dimasak menjadi nasi akan luntur dan warnanya tidak menarik seperti semula. Dari segi rasa, beras ini memiliki cita rasa yang kurang sedap.

Langkah terakhir mengecek ciri beras dengan bahan kimia tambahan adalah dengan mengambil beras sebanyak satu genggam. Remas dengan telapak dan jari tangan. Beras yang sudah diberi tambahan pelicin akan terasa licin saat diremas. Namun, butiran-butiran beras akan tetap melekat pada tangan setelah dilepaskan.

Jangan khawatir bila Anda ingin membeli beras kualitas unggul yang beraroma wangi seperti pandan wangi. Pelajari ciri khas pandan wangi yang tidak terdapat pada beras lain. Beras pandan wangi memiliki bentuk yang membulat, tidak seperti beras lain yang memanjang.


loading...