Lelang Gula Kristal Rafinasi Belum Bisa Selesaikan Permasalahan


Pertanianku — Hingga kini, lelang gula kristal rafinasi (GKR) belum tentu bisa menyelesaikan permasalahan di sektor gula. Hal tersebut hasil penilaian Tim peneliti dari Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (PSEKP UGM).

lelang gula kristal rafinasi
Foto: Google Image

Dilansir dari Antara, Senin (15/1), Kepala tim peneliti PSKEP UGM, Tony Prasetiantono menilai lelang gula ini masih akan menambah biaya yang besar, serta belum tentu mencegah rembesan.

Padahal, lelang gula ini memang ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada industri kecil dan menengah (IKM) dalam mendapatkan gula rafinasi, memantau peredaran gula, hingga mencegah adanya rembesan gula rafinasi ke pasar.

Menurut Tony, lelang dan rembesan memiliki biaya yang harus dikeluarkan dengan memperkirakan rembesan sebesar 10 persen dari total gula rafinasi. Dengan begitu, perkiraan biayanya sebesar Rp3,6 triliun, sedangkan biaya lelang bisa lebih daripada itu.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya lelang ini, maka ada kemungkinan terjadi pasar oligopoli dengan penjual memiliki nilai tawar lebih tinggi dibanding konsumen. Dalam lelang tersebut, terdapat 11 produsen dengan konsumen sebanyak 1,6 juta industri makanan minuman, baik besar atau kecil.

“Kami bisa pastikan harga akan naik. Kalau harganya naik Rp1.000 per kilogram, dengan kebutuhan 3,6 juta ton, maka biayanya sebesar Rp3,6 triliun. Sementara, akan ada penambahan biaya transaksi atau fee sebesar Rp1,2 triliun. Bila ditotal menjadi Rp4,8 triliun. Karena itu, langkah ini tidak tepat karena benefit tidak lebih besar dari cost,” ujar Tony.

Lebih lanjut ia mengatakan, bila lelang ini dilakukan, maka industri makanan dan minuman pengguna gula rafinasi harus menanggung beban biaya. Bahkan menurutnya bisa jadi, beban tersebut dialihkan kepada konsumen akhir, yakni konsumen makanan minuman.

Baca Juga:  Suasana Meriah di Indonesia Internasional Pet Expo 2018

Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian PSKEP UGM, masih banyak IKM yang belum mengetahui cara melakukan lelang ini, lantaran sistem lelang yang dilakukan secara online. Apalagi, IKM belum tentu mampu dan paham mengoperasikan teknologi komputerisasi.

loading...
loading...