Lidah Mertua, Solusi Polusi Bagi Warga DKI

Pertanianku — Menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan polusi tertinggi di dunia, membuat Pemerintah DKI Jakarta bermanuver mencari solusi. Salah satu yang dicanangkan adalah dengan menggunakan tanaman lidah mertua. Tanaman yang satu ini memang dikenal mampu menyerap banyak polutan. Pemerintah berharap, lidah mertua menjadi salah satu solusi menangani polusi.

lidah mertua
Foto: freepik

Tanaman lidah mertua ini rencananya akan dibagikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi warganya. Warga pun tak perlu merogoh kocek karena tanaman hias ini akan dibagikan secara gratis. Tujuannya, tentu saja untuk mengurangi polusi Jakarta. Nantinya diharapkan, polusi udara di Jakarta bisa diturunkan dari tingkat rumah tangga itu sendiri.

Menyambut rencana tersebut, Pusat Pengembangan benih dan Proteksi Tanaman (Pusbangnih) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta siap melakukan pengadaan tanaman yang memiliki nama lain sansevieria ini.


Loading...

Perbanyakan tanaman lidah mertua akan dilakukan dengan cara dibudidayakan. Dengan demikian, hal ini menutup kemungkinan lelang pengadaan lidah mertua bagi pengusaha. Perbanyakan ini dilakukan oleh Pusbangnih KPKP DKI Jakarta secara mandiri.

Tanaman sansevieria ini juga diharapkan ditanam di atap-atap perkantoran Jakarta. Salah satunya adalah kantor dinas Pemerintah DKI Jakarta, yang juga merupakan kantor dinas Anies Baswedan.

Tak hanya itu, langkah lain yang dilakukan Pemerintah Jakarta untuk mengurangi polusi Jakarta akan diterapkan tahun depan. Pada 2020 mendatang, seluruh kendaraan wajib melakukan uji emisi. Mesin diesel dan bus dengan polusi tinggi akan dilarang beroperasi. Sebagai gantinya, akan digunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Setiap SPBU yang ada di Jakarta juga akan diwajibkan memiliki alat uji emisi. Dengan demikian, kendaraan bisa melakukan pengujian di SPBU tersebut. Selain itu, alat ukur kualitas udara juga akan diperbanyak di daerah Jakarta.

Baca Juga:  Tren Budidaya Hortikultura Ramah Lingkungan
Loading...
Loading...