Limbah Industri Penghasil Kompos

Pertanianku — Ada beberapa industri yang menghasilkan limbah organik, biasanya industri berskala rumah tangga. Limbah industri tersebut masih bisa Anda manfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Pengolahan limbah dapat memberikan nilai ekonomi bagi limbah dan mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan. Berikut ini beberapa limbah industri yang bisa diolah menjadi kompos.

limbah industri
foto: Pertanianku

Industri tahu

Limbah tahu banyak mengandung nitrogen dan unsur mineral. Namun, sebelum diolah menjadi kompos, limbah perlu diperas dan dikeringkan terlebih dahulu selama empat hari saat cuaca sedang cerah. Penjemuran ini berguna untuk menghilangkan larva serangga yang kemungkinan ada di dalamnya dan mengurangi kadar air.

Limbah industri tahu terkenal solid sehingga perlu dicampur dengan serasah organik lainnya yang mengandung karbon.

Industri kayu

Limbah industri kayu yang dapat digunakan sebagai kompos adalah serbuk kayu atau serbuk gergaji. Namun, limbah serbuk kayu susah terdekomposisi sehingga memerlukan tambahan sedikit urea dan jenis jamur seperti Phanerochaete chrysosporium pada suhu inkubasi 39–40°C.

Namun, hingga saat ini, serbuk gergaji masih jarang digunakan sebagai bahan pengomposan karena sulit terdegradasi. Serbuk kayu lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan pengisi pembuatan kompos dari kotoran hewan.

Industri pabrik gula

Limbah bagas atau ampas tebu sering digunakan untuk pembakaran dan limbah tetes untuk industri seperti bahan MSG dan etanol. Limbah industri gula juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos apabila dicampur dengan kotoran ternak dan bioaktivator seperti Stardec.

Industri pulp dan kertas

Limbah industri pulp dan kertas umumnya berbentuk padat dan bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kompos. Limbah tersebut mengandung banyak unsur hara meskipun dalam kadar yang rendah. Namun, proses pengomposan limbah ini terbilang lama, sekitar 45 hari. Proses pengomposan tersebut bisa dipercepat dengan menambahkan bioaktivator berupa jamur dari genus Trichoderma sebagai penghasil enzim hidrolitik, selulase, pectinase, dan xilanase.

Baca Juga:  Buncis, Sayur yang Bagus untuk Penderita Diabetes Melitus

Selain menggunakan jamur, pengomposan juga bisa dipercepat dengan menggunakan biomassa mikroba yang berasal dari kotoran ternak sapi. Hal ini karena di dalamnya banyak mengandung mikroba pendegradasi bahan organik komplek.