Limbah Industri yang Dapat Diolah Menjadi Biogas

Pertanianku— Terdapat beberapa limbah industri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Limbah tersebut dapat berasal dari industri skala besar hingga skala rumahan. Seperti yang diketahui, limbah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan bila tidak diolah dengan benar. Mengolah limbah menjadi biogas dapat menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan lingkungan yang masih menjadi pekerjaan rumah tangga di Indonesia.

limbah industri
foto: Pertanianku

Berikut ini beberapa limbah industri yang bisa diolah kembali menjadi biogas bahan bakar alternatif.

Bungkil jarak pagar

Potensi ekonomi jarak pagar terbilang cukup tinggi. Mulai dari daun, buah, kulit batang, getah, hingga bagian batangnya bisa dimanfaatkan. Petani jarak yang memiliki 2.500 pohon di dalam satu hektare lahan bisa memperoleh sekitar 4–5 ton dan menghasilkan minimum 3,5–3,75 ton bungkil. Berdasarkan estimasi kebutuhan masyarakat selama satu tahun, petani jarak hanya membutuhkan kurang dari 1 ton atau sekitar 912,5 kg bungkil jarak untuk membuat biogas.

Bungkil didapatkan dari proses pembuatan biodiesel dari biji jarak. Bagian ini masih belum mendapat perhatian. Biasanya, bungkil hanya diolah menjadi pupuk dan sebagai pembangkit biogas.

Limbah industri tahu

Limbah yang diolah kembali menjadi biogas dapat menjadi pendapatan bagi pelaku usaha di industri tahu. Pabrik yang mengolah tahu sebanyak 150–250 kg per hari dapat menghasilkan limbah yang bisa diolah menjadi biogas yang dapat digunakan untuk 4 hari. Sementara itu, pabrik yang memproduksi tahu sebanyak 50 kg per hari bisa menghasilkan biogas yang setara dengan 2 liter minyak tanah.

Pembuatan biogas dari limbah tahu tidak begitu sulit. Anda perlu mengayak ampas tahu terlebih dahulu, kemudian pisahkan dari cetakannya. Setelah itu, masukkan air limbah ke bak penampungan untuk dialirkan ke digester. Selanjutnya, bahan-bahan didiamkan selama 30–45 hari atau hingga terbentuk biogas.   

Limbah kelapa sawit

Baca Juga:  Pedoman Rehabilitasi Tanaman Kopi

Limbah kelapa sawit di Indonesia sangat melimpah. Industri ini dapat menghasilkan limbah cair sebanyak 28,7 juta ton per tahun dan limbah padat tandan kosong kelapa sawit sebanyak 15,2 juta ton per tahun. Dari jumlah limbah tersebut bisa menghasilkan kurang lebih 90 juta m3 biogas. Jumlah tersebut setara dengan 187,5 miliar ton gas elpiji. Artinya, jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan gas 1 kepala keluarga selama satu tahun.