Limbah Pertanian Ini Bisa Jadi Alternatif Pakan Ternak


Pertanianku — Permasalahan yang sering dihadapi dalam usaha pengembangan ternak ruminansia, terutama sapi adalah pengadaan pakan. Pasalnya, pakan merupakan input terbesar pada sistem peternakan yang sangat perlu diperhatikan. Salah satu langkah untuk mengurangi keterbatasan pakan adalah dengan pemanfaatan limbah hasil pertanian sebagai alternatif pakan ternak.

alternatif pakan ternak
Foto: Google Image

Berikut ini berbagai limbah pertanian yang bisa menjadi alternatif pakan ternak.

  1. Limbah kelapa sawit

Kelapa sawit mempunyai potensi biomassa yang melimpah sebagai sumber alternatif pakan ternak. Hasil samping industri kelapa sawit tersebut berupa lumpur sawit (solid decanter), bungkil inti sawit (palm kernel cake), dan bagian pelepah.

Untuk bagian pelepah, rata-rata setiap setiap pohon menghasilkan 22 pelepah per tahunnya. Jadi, akan dihasilkan 9 ton pelepah segar setiap tahun atau setara dengan 0,66 ton bahan kering per tahun. Sementara, satu ekor sapi dewasa dengan bobot hidup 250 kg membutuhkan bahan kering 8,75 kg/hari.

Selanjutnya, lumpur sawit merupakan limbah sawit yang paling disukai oleh ternak sapi diantara limbah sawit lainnya. Lumpur ini dapat diberikan pada sapi dalam bentuk segar ataupun difermantasi bersama bahan lain.

Adapun bungkil inti sawit merupakan bahan baku pakan yang cukup potensial sebagai sumber protein berkisar 18—22%. Salah satu kelemahan dari bungkil inti sawit sebagai bahan baku pakan ternak ialah kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan bahan pakan sumber protein lainnya.

  1. Limbah kulit kopi

Dengan makin berkembangnya pengolahan kopi, baik skala kecil maupun skala industri tentunya akan memberikan hasil sampingan dari proses pengolahan, salah satunya limbah kulit kopi. Dari pengolahan tersebut akan menghasilkan ±65% biji kopi dan ±35% limbah kulit kopi yang mana limbah kulit kopi tersebut masih bisa dimanfaatkan, yakni sebagai alternatif pakan ternak.

Baca Juga:  Pakan Fermentasi untuk Ternak Kambing Agar Tidak Ngarit Tiap Hari

Sipaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, limbah kulit kopi difermentasi dahulu  untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Fermentasi kulit kopi biasanya menggunakan larutan Aspergillus niger.

Letakkan hasil fermentasi di tempat yang teduh dari hujan juga sinar matahari langsung. Kemudian diamkan selama 5—6 hari untuk proses fermentasi. Keringkan hasil fermentasi, kemudian giling sesuai kebutuhan dan limbah kulit kopi terfermentasi siap digunakan sebagai pakan ternak.

  1. Limbah tebu

Limbah utama dari tanaman tebu yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak adalah pucuk tebu/daun, molases, ampas tebu, dan empulur (pith). Pucuk tebu merupakan limbah tanaman yang sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan ternak.

Pucuk tebu memiliki daya cerna 60—62% lebih baik daripada jerami padi sebanyak 29—42% yang dapat digunakan sebagai pengganti rumput gajah pada penggemukan sapi. Molases adalah tetes tebu yang umumnya digunakan sebagai sumber energi. Molases dapat memberikan hingga 80% energi untuk sapi potong dan pertambahan berat badan harian antara 0,7—0,9/kg/hari pada saat persediaan rumput terbatas.