Limbah Peternakan Sapi Penghasil Tenaga Listrik

Pertanianku – Peternak sapi di Desa Bamonia, Shahjanpur Thana, Kota Borga, Bangladesh, Mohammed Abdul Khaliq mengubah limbah peternakan sapi dan rumah tangga menjadi listrik. Ia mengolah kotoran sapi menjadi biogas sejak 2013 lalu.

Limbah Peternakan Sapi Penghasil Tenaga Listrik

Kotoran sapi dialirkan dari kandang ke dalam bak penampung, lalu diberikan larutan mikroba ke dalam bak penampungan tersebut untuk mempercepat proses penguraian kotoran sapi. Setelah itu, Abdul Khaliq mengalirkan kotoran sapi dari bak penampung ke dalam tabung digeser atau pengurai.

Loading...

Hasil dari penguraian kotoran sapi tersebut adalah biogas berupa gas metan yang memiliki fungsi sebagai bahan bakar kompor dan genset penghasil tenaga listrik. Abdul Khaliq menggunakan tenaga listrik untuk mengoperasikan mesin pencacah jerami untuk pakan sapi. Menurut Abdul Khaliq dengan menggunakan mesin pencacah itu dapat memudahkan pekerjaannya untuk memproduksi pakan sapi. “Sebelumnya saya tidak pernah mencacah jerami sehingga sapi mencerna pakannya sangat lambat,” ucap Abdul Khaliq.

Dengan adanya sumber listrik dari biogas, saat ini Abdul Khaliq juga bisa memerah susu sapi menggunakan mesin pemerah. “Susu sapi yang dihasilkan juga menjadi lebih higienis,” ujar Abdul Khaliq.

Dari 11 induk sapi perah Abdul Khaliq dapat menghasilkan sekitar 80–100 liter susu setiap hari. Menakjubkannya lagi hasil akhir proses penguraian berupa pupuk kandang. Abdul Khaliq menggunakan pupuk tersebut untuk tanaman jagung organiknya.

Abdul Khaliq bahkan menggunakan tenaga listrik yang dibuatnya dari biogas sebagai penerangan rumah dan kandangnya.

Dengan adanya teknologi ini limbah ternak yang selama ini dibiarkan begitu saja dapat memberikan penghasilan lebih bagi masyarakat sekitar. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik dan bahan bakar, para peternak juga dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil penjualan pupuk organik.

Baca Juga:  Kementan Resmi Bekerja Sama dengan Bukalapak

Sumber: Majalah Trubus

Loading...
Loading...