Limbah Peternakan yang Bernilai Ekonomi

Pertanianku — Peternakan telah menjadi salah satu komoditas penting yang memengaruhi ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat. Hasil utama dari peternakan adalah protein hewani yang terkandung di dalam daging dan susu serta telur. Selan itu, peternakan juga menghasilkan limbah peternakan atau hasil sampingan dari proses peternakan.

limbah peternakan
foto: Pertanianku

Namun, hasil sampingan tersebut sebetulnya masih bisa diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Berikut ini beberapa limbah peternakan yang bernilai ekonomi.

Bulu

Bulu yang diolah dengan benar bisa dijadikan pakan ternak. Pengolahan bulu menjadi tepung melalui proses tertentu. Kadar protein kasar yang cukup tinggi membuat para peneliti tertarik mengolah bulu menjadi bahan pakan ternak. Namun, bulu dan rambut merupakan protein yang sulit dicerna, diperlukan pengolahan yang tepat agar kualitas pakan bagus.

Tulang

Tulang sebenarnya termasuk kategori hasil sampingan. Dengan kreativitas manusia, tulang bisa dijadikan bahan masakan. Biasanya, tulang digunakan untuk membuat kaldu atau kuah sup dan menambah cita rasa tertentu pada makanan.

Selain dibuat produk pangan untuk manusia, tulang seringkali dibuat menjadi produk pakan ternak, yaitu MBM. MBM adalah meat bone meal atau lebih dikenal dengan tepung tulang. Tepung tulang bertujuan meningkatkan kandungan mineral seperti kalsium dalam pakan ternak.

Kulit

Kulit kambing, sapi, dan kerbau biasa dibuat untuk menjadi alat musik pukul. Misalnya, bedug yang biasa digunakan di masjid. Namun, untuk sekarang penggunaan kulit untuk membuat bedug sudah jarang.

Sementara itu, kulit ayam bisa dibuat untuk pelengkap sate. Ini karena kulit mengeluarkan minyak yang banyak, membuat sate menjadi lebih enak.

Kulit ternak juga sering dipasok ke perusahaan makanan pembuat kerupuk kulit. Rasanya yang gurih dan renyah membuat kerupuk kulit sangat disukai.

Baca Juga:  Pasar Ekspor Telur Tetas Indonesia Bertambah ke Myanmar

Kotoran ternak

Kotoran ternak ruminansia dapat digunakan untuk membuat berbagai produk. Misalnya, biogas yang dibuat dengan memfermentasikan kotoran ternak sapi dan kerbau menggunakan bakteri metanogenik atau bakteri yang menguraikan kotoran dan menghasilkan gas metana.

Kotoran ternak bisa juga dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman, tentunya dengan proses yang benar. Kotoran ternak bisa langsung diberikan ke tanah, tetapi akan lebih lama bagi tanaman untuk menyerapnya, berbeda dengan kotoran yang telah diolah menjadi pupuk.

Kotoran unggas bisa dijadikan pakan ternak sapi dengan fermentasi menggunakan bakteri khusus. Kotoran unggas masih mengandung banyak protein yang dibutuhkan oleh ternak sapi.