Limbah Sawit Bisa Jadi Pakan Ternak Berkualitas

Pertanianku — Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan ternak belum banyak dilakukan. Padahal, sawit merupakan tanaman industri dengan limbah yang cukup banyak. Penambahan perkebunan sawit pun terus terjadi sepanjang tahun membuat bahan baku limbah sawit tersedia dengan sangat banyak.

limbah sawit
foto: pixabay

Hasil samping pengolahan perkebunan sawit sangatlah beragam. Umumnya, limbah sawit yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan adalah pelepah sawit, lumpur sawit atau dikud decanter, bungkil inti sawit atau palm kernel cake, dan rumput liar yang tumbuh di sekitaran lahan sawit.

Sebagai perbandingan, pelepah sawit mengandung serat kasar sebanyak 50,94 persen, protein sebanyak 5,1 persen, dan lemak sebanyak 1 persen. Satu pelepah sawit berbobot rata-rata 5 kilogram. Dalam satu hektare lahan, Anda dapat memanen hingga 9 ton pelepah segar.

Loading...

Sebagai gambaran, sapi bali dewasa dengan berat 250 kilogram membutuhkan pakan bahan kering sebanyak 8,75 kilogram per hari. Pelepah yang diperoleh dari satu hektare lahan sawit tersebut mampu menghasilkan setara 0,66 ton bahan kering.

Sementara itu, lumpur sawit mengandung serat kasar yang lebih rendah yakni hanya 35,88 persen. Namun, lumpur sawit mengandung protein yang lebih tinggi, yaitu 14,4 persen dan lemak sebanyak 14,78 persen.

Lumpur sawit merupakan limbah yang paling disukai oleh ternak. Anda dapat memfermentasi lumpur ini terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak ataupun memberikannya dalam keadaan segar.

Selain pelepah dan lumpur sawit, bungkil inti sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak berkualitas. Bungkil sawit mengandung serat kasar sebanyak 36,68 persen dengan kadar protein tertinggi di antara limbah yang lain yakni 18,15 persen. Bungkil inti sawit juga mengandung lemak sebanyak 6,49 persen.

Baca Juga:  Membuat Probiotik Herbal untuk Ternak Ayam Kampung

Kandungan protein yang tinggi pada bungkil inti sawit ini membuatnya banyak diincar sebagai bahan baku pakan ternak. Hanya saja, nilai palatabilitas dari bungkil inti sawit juga rendah akibat kandungan seratnya lebih tinggi ketimbang jenis limbah sawit yang lainnya.

Anda dapat memberikan bungkil inti sawit kepada ternak milik Anda. Namun, sebaiknya pakan ini tidak diberikan secara tunggal. Akibat yang ditimbulkan jika Anda melakukan hal tersebut bisa fatal, organ pencernaan sapi dapat terganggu. Campurlah bungkil inti sawit dengan jenis pakan lain agar tetap bisa dicerna sapi dengan baik.

 

Loading...
Loading...