Lindungi Belut dari Penyakit dengan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

PertaniankuDaya tahan tubuh belut memegang peranan penting untuk melindungi belut dari berbagai penyakit. Dengan begitu, pembudidaya dapat meminimalisir penanganan belut yang terjangkit penyakit.

belut
foto: Pertanianku

Sebagian pembudidaya meningkatkan daya tahan tubuh belut dengan menggunakan berbagai suplemen yang diberikan pada pakan. Suplemen tersebut merupakan ramuan tradisional seperti empon-empon.

Ramuan tradisional yang diberikan ke dalam pakan dapat meningkatkan daya tahan tubuh belut terhadap perubahan kondisi lingkungan atau serangan penyakit. Selain itu, ramuan tersebut juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan belut, menetralisir kotoran pada media budidaya sehingga kualitas air kolam budidaya tidak cepat menurun, menyembuhkan belut yang terserang penyakit, dan mempercepat pertumbuhan belut.

Cara pembuatan ramuan tersebut sangat mudah, hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk membuat ramuan herbal tersebut cukup panjang karena ramuan perlu diperam dua kali hingga benar-benar siap digunakan. Ramuan terbuat dari campuran berbagai rempah yang mudah didapatkan, EM4, dan molase. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai ramuan herbal tersebut.

Bahan-bahan rempah yang dilumatkan:

  • 0,5 kg bawang putih
  • 1,5 kg temulawak
  • 0,5 kg kunyit
  • 0,5 kg kencur
  • 0,5 kg laos
  • 0,5 kg jahe
  • 30—50 lembar daun sirih

Bahan yang dilarutkan:

  • 1 liter EM4
  • 1 liter molase atau ½ kg larutan gula
  • 37 liter air sumur

Cara membuat:

  • Lumatkan seluruh bahan hingga halus
  • Larutkan seluruh bahan hingga tercampur merata
  • Campurkan bahan yang sudah lumat dengan larutan
  • Peram ramuan selama 4—7 hari
  • Fermentasikan kembali ramuan dengan 1 liter larutan yang sudah diperam dengan 1 liter molase dan 10 liter air sumur
  • Peram kembali ramuan selama 4—7 hari

Untuk belut yang masih berumur 1 bulan dan dipelihara di dalam kolam seluas 25m2 dapat diberikan ramuan herbal sebanyak 100 cc setiap dua minggu sekali. Sementara itu, untuk belut berumur 2 bulan diberikan setiap 10 hari sekali, belut berumur 3 bulan diberikan 5 hari sekali, dan belut berusia 4 bulan diberikan setiap 2 hari sekali.

Baca Juga:  Sederet Keuntungan dari Budidaya Rajungan