Lindungi Bibit dengan Rumah Pembibitan

Pertanianku — Bibit tanaman yang masih muda perlu dirawat secara intensif agar mampu tumbuh menjadi tanaman yang sehat. Bibit masih cukup sensitif terhadap angin, curah hujan yang tinggi, sinar matahari, serta serangan hama dan penyakit. Agar lebih mudah melindungi bibit-bibit tersebut, petani bisa menggunakan rumah pembibitan.

rumah pembibitan
foto: Pixabay

Rumah pembibitan umumnya digunakan oleh petani cabai untuk melindungi bibit cabai yang masih muda. Rumah dibangun di sekitar area penanaman agar lebih mudah mengontrol bibit.

Lahan untuk membangun rumah pembibitan kurang dari 1 persen dari total luas lahan secara keseluruhan. Jika lahan yang digunakan seluas 1 hektare, rumah dibangun pada lahan seluas kurang dari 10 m2. Petani bisa membangun rumah dengan panjang 10—12 m, lebar 100—120 cm, dan tinggi sekitar 75 cm.

Meski bernama rumah, rumah pembibitan tidak benar-benar menyerupai rumah. Bangunan ini hanya berbentuk lorong panjang dengan bagian atap yang melengkung. Pada dasarnya tempat tersebut mirip seperti meja yang diberikan atap.

Polibag yang telah diisi oleh media semai diletakkan secara berjajar di dalam rumah pembibitan. Pada bagian dasar diberikan kertas koran untuk mencegah sistem perakaran menembus ke luar.

Dua sisi dasar rumah pembibitan dihubungkan dengan sungkup dari bambu yang membentuk setengah lingkaran. Sungkup atau atap tersebut terbuat dari plastik bening transparan atau kain strimin atau gabungan antara kedua bahan tersebut.

Kain strimin bisa menghalau sinar matahari dan tidak perlu dibuka ketika dilakukan penyiraman air dan penyemprotan fungisida. Penggunaan kain strimin dinilai cukup ampuh untuk mencegah hama masuk ke area pembibitan sehingga petani bisa mengurangi frekuensi pemberian insektisida.

Sementara itu, penggunaan plastik transparan bisa mengundang hama seperti belalang, ulat tanah, dan anjing tanah yang bisa menembus ke dalam rumah pembibitan. Kondisi tersebut menyebabkan frekuensi pemberian insektisida menjadi lebih banyak. Jika ingin menyiram, petani perlu membuka plastik agar air atau insektisida dapat mengenai bibit yang ada di dalamnya. Namun, plastik lebih mudah didapatkan ketimbang kain strimin.

Baca Juga:  Waspada Hama Ulat Tentara, Begini Cara Mengatasinya

 

 

 

 


loading...