Lokasi dan Kebutuhan Air Untuk Budi Daya Sidat

Pertanianku – Lokasi yang paling tepat untuk pembesaran sidat adalah daerah sepanjang pantai, dekat muara sungai, atau genangan-genangan air payau. Usahakan lokasi yang dipilih tidak pernah kebanjiran, letaknya terbuka sehingga mendapat sinar matahari cukup, dan hembusan angin di permukaan kolam tidak terhalang. Di lokasi tersebut, kolam dapat dikeringkan seperlunya. Selain itu, tersedia jalan untuk transportasi dan sumber listrik untuk penerangan.

Lokasi dan Kebutuhan Air Sidat

Sumber air untuk pengisi kolam dapat berasal dari saluran air atau air sumur bor yang dipompa. Berdasarkan penelitian lapang, untuk menghasilkan panen sidat sebanyak 20 ton, diperlukan air sebanyak 450 m3 setiap hari. Air yang digunakan bisa jernih atau keruh. Hal terpenting dari air untuk media pemeliharaan sidat ini adalah terbebas dari pencemaran zat beracun atau logam berat. Airnya cenderung netral dengan pH 7,0—8,0. Air yang ber-pH di bawah 7,0 kurang cocok untuk pemeliharaan sidat.

Loading...

Memang, tidak dipungkiri bahwa sidat tergolong ikan yang kuat. Hal itu karena sidat mampu bermigrasi dari perairan laut menuju perairan tawar. Akan tetapi, sidat peka terhadap perubahan lingkungan. Jika kandungan oksigen terlarut dalam air kurang dari 7 ppm, bisa mengakibatkan sidat stres dan menurunkan nafsu makannya, bahkan tidak mau makan sama sekali. Kadar oksigen terlarut yang diperlukan untuk pembesaran sidat relatif tinggi, yaitu sekitar 7—10 ppm atau 7—10 ml/l air.

Kandungan amoniak (NH3) dan nitrit (NO2) sebaiknya selalu nol atau paling tinggi 0,1 ppm. Walaupun pada kandungan nitrit 4 ppm sidat masih dapat hidup, tetapi nafsu makannya sangat menurun. Adanya nitrit juga bisa mengganggu transfer oksigen pada insang. Sidat dapat hidup dengan baik pada kisaran suhu air 23—30o C. Namun, untuk menjaga sidat agar tidak stres dan tetap memiliki nafsu makan yang tinggi adalah menjaga kestabilan suhu air pada kisaran 26—28o C.

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Sanitasi dan Higienitas dari Produk Olahan Ikan

 

Sumber: Buku Budidaya Belut dan Sidat

 

Loading...
Loading...