Lokasi Ideal Untuk Bisnis Lele


Pertanianku – Pada dasarnya, budi daya lele bisa dilakukan di mana saja, baik dataran rendah maupun tinggi. Namun, untuk keberhasilannya, ada beberapa persyaratan yang mempengaruhinya seperti uraian berikut.

Alasan Memilih Bisnis Pembesaran Lele

  • Kebutuhan lahan

Lokasi budi daya lele bisa di perkarangan, kebun, sawah, tanah, tambak, rawa, danau, kubangan, lahan tidur, atau bangunan yang tidak terpakai seperti gudang atau ruangan kosong. Luasnya bisa disesuaikan dengan lahan yang ada dan skala produksi yang diinginkan. Bila tidak ada lahan luas, lahan sempit pun bisa. Idealnya, luas lahan yang dibutuhkan antara 50—200 m2. Intinya, semakin luas lahan, kolam yang dibuat bisa lebih besar dan lebih banyak.

  • Ketinggian lahan

Untuk hasil optimal, sebaiknya budi daya lele dilakukan pada ketinggian 1—700 m dpl dengan curah hujan sedang. Lokasi di atas 700 m dpl kurang baik untuk pertumbuhan lele karena udara yangterlalu dingin menyebabkan metabolisme ikan tidak maksimal. Otomatis, waktu panen menjadi mundur dan pakan menjadi boros. Selain itu, kemampuan telur menetas juga tidak maksimal dan lebih lama, bahkan bisa mundur sampai 3—8 jam. Walaupun lele bisa hidup pada suhu 20O C, pertumbuhannya tidak akan optimal karena standar suhu pertumbuhan optimal lele ada pada 25—28O C. Sementara itu, untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu 26—30O C dan untuk pemijahan 24—28O C.

  • Jenis tanah yang cocok

Bila budi daya lele mengunakan kolam tanah, sebaiknya perhatikan jenis tanah di lokasi bersangkutan karena tidak semua tanah bisa dijadikan kolam. Adabeberapa bersyaratan tanah yang bisa dibuat kolam. Tanah tersebut tidak mudah rembes, longsor, ataupun pecah karena nantinya dapat mengganggu proses budi daya. Jenis tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan lele adalah tanah liat atau lempung, berlumpur, subur, dan tidak poros. Contohnya tanah sawah atau rawa. Kemiringan/ elevasi tanah dari permukaan sumber air dengan kolam adalah 5—10%.

  • Dekat dengan sumber air

Air merupakan bagian paling penting dari semua budi daya perikanan, termasuk lele. Kualitas dan ketersediaanya harus selalu ada serta tidak kenal musim sehingga tidak mengganggu proses budi daya. Jadi, lokasi budi daya harus dekat dengan sumber air dan tidak banjir, serta tidak tercemar limbah rumah tangga ataupun industri.

Baca Juga:  Tertarik untuk Ternak Ayam Kampung? Ikuti Langkah Mudah Ini!

Air harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi air, yaitu pH (derajat keasaman air) antara 6,5—8; kesadahan (derajat butiran kasar) 50—100 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30—60 cm; kandungan oksigen minimal 0,3 ppm; CO2 kurang dari 12,8 mg/liter; dan amonium 147,29—157,56 mg/liter.

  • Cukup sinar matahari

Pakan alami sangat dibutuhkan selama masa pembenihan ataupun pembesaran. Untuk menumbuhkan pakan alami seperti plankton dan lainnya, dibutuhkan sinar matahari yang cukup. Selain itu, sinar matahari yang hangat sangat membantu proses metabolisme lele sehingga lebih sehat dan cepat besar. Agar airnya tidak terlalu panas, kolam bisa diberi peneduh, tetapi jangan ditanami pohon yang daunnya mudah rontok karena dapat mengotori kolam dan menyebabkan air rusak.

Namun, lain halnya jika budi daya dilakukan dengan sistem indoor atau di dalam ruangan. Suhu di dalamnya akan selalu stabil karena setiap akuarium biasanya dipasang water heater Ikan tidak akan terkena sinar matahari secara langsung.

  • Aman dari gangguan

Budi daya lele harus aman dari berbagai gangguan, baik manusia ataupun hewan pengganggu. Gangguan bisa menimbulkan berbagai masalah yang ujung-ujungnya menimbulkan kerugian, terutama tindakan pencurian yang menyebabkan ketidaknyaman pelaku usaha. Faktor keamanan ini harus diperhatikan dengan seksama bila tidak inginusaha lele Anda menjadi rugi.

Kemudahan mendapatkan saprokan Dalam berbisnis lele, akses mendapatkan saprokan (sarana produksi perikanan) harus diperhatikan. Kesulitan akses tersebut dapat mengganggu kelancaran usaha. Oleh karena itu, segala kebutuhan budi daya yang penting seperti pakan, obat-obatan, dan sarana penunjang lainnya tersedia dan mudah didapat di sekitar lokasi. Tidak tersedianya saprokan dapat mengganggu kelancaranproses budi daya. Selain itu, di lokasi tersebut sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya.

  • Dekat dengan pemasaran

Biasanya, pemasaran kurang menjadi pertimbangan seorang pembudidaya lele. Padahal, pemasaran merupakan akhir dari budi daya. Bila lokasi usaha jauh dari pusat pemasaran, hasil panen mau dijual ke mana? Selayaknya, pemasaran harus dipikirkan dengan matang sebelum memulai usaha. Jadi, sebaiknya lokasi budi daya dekat dengan pasar atau dapat dijangkau sehingga memudahkan pemasarannya.

  • Fasilitas umum dan komunikasi tersedia
Baca Juga:  Inilah Bahaya Konsumsi Daging yang Harus Anda Ketahui

Sebuah usaha akan berjalan lancar dan mudah dilakukan bila tersedia sarana, terutama jalur distribusi keluar-masuk lokasi budi daya, begitu pun dengan transportasi umum. Selain itu, harus tersedia pula sarana komunikasi untuk melakukan hubungan dengan berbagai pihak terkait, misalnya telepon. Fasilitas umum yang tidak memadai merupakan masalah serius yang dapat menghambat budi daya lele.

  • Aspek teknis dan tenaga kerja mendukung

Usaha dengan hasil maksimal tidak dapat terwujud jika bukan dilakukan oleh ahlinya. Bila ada masalah, tidak ada yang bisa menanganinya secara profesional sehingga usaha yang dilakukan terbengkalai. Tanpa dukungan teknis memadai, budi daya lele tidak akan berhasil. Oleh karena itu, peternak harus menguasai tekniknya dari berbagai aspek, mulai dari aspek biologis, teknis pembenihan, pendederan, pembesaran, penanggulangan hama dan penyakit, penyediaan pakan, serta panen dan pascapanen.

Diperlukan pula tenaga kerja yang jeli melihat dan memanfaatkan peluang pasar yang ada. Tenaga ahli yang dimaksud bisa peternak itu sendiri yang telah banyak membaca atau mengikuti berbagai pelatihan lele. Bisa juga orang lain yang memang sudah biasa berkecimpung di dunia lele.

Sebagai gambaran, untuk memproduksi benih lele di lahan 1.000 m2, dibutuhkan 3 orang tenaga kerja. Namun, untuk melakukan pembesaran lele di lahan 1.000 m2 cukup dibutuhkan 2 orang pekerja. Jumlah pekerja pada pembesaran lele lebih sedikit karena kegiatannya tidak serumit pembenihan.

  • Budi daya lele di keramba

Budi daya lele juga bisa dilakukan di keramba jaring apung. Lokasinya bisa di sungai, waduk, saluran irigasi, atau danau. Untuk lokasi di sungai atau saluran irigasi, yang penting lahannya tidak curam, dekat rumah sehingga mudah dikontrol. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3—5 m dengan kedalaman 30—60 cm. Sungai atau saluran irigasi yang digunakan tidak terlalu banyak batu sehingga keramba mudah dipasang. Kelebihan keramba adalah kemudahan dalam panen dan sortir.

Kelemahannya, wadah ini tidak bisa terlalu padat penebarannya.

 

Sumber: Buku Kupas Tuntas Budidaya dan Bisnis Lele

loading...
loading...