Lokasi Ideal untuk Budidaya Pamelo Merah

Pertanianku — Pamelo merah merupakan komoditas baru yang memiliki beragam keunggulan dan keunikan. Keunikan pertama yang dapat langsung terlihat dengan kasat mata adalah warna merahnya. Warna tersebut terbilang jarang bagi buah pamelo. Keunikan tersebut membuat harga pamelo ini tinggi, ditambah lagi jumlah bibit serta buah yang masih terbatas. Dengan begitu, budidaya pamelo merah dapat menjadi bidang usaha yang potensial untuk dikembangkan.

budidaya pamelo merah
Pertanianku

Buah jeruk besar berwarna merah ini baru masuk ke Indonesia pada akhir 2016. Namun, saat ini Anda sudah bisa menjumpai pamelo merah diperjualbelikan di gerai-gerai toko buah modern dengan harga jual bergantung pada kualitas dan ukuran. Usaha budidaya tanaman buah ini relatif masih terbuka lebar di berbagai daerah.

Pamelo merah perlu dibudidayakan dengan persiapan yang matang sehingga hasil yang didapatkan lebih berkualitas. Salah satu persiapan budidaya pamelo merah yang perlu diperhitungkan sejak awal adalah lokasi. Lokasi yang sesuai dapat mendukung pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Setelah itu, persiapkan juga bibit yang unggul, pupuk dan pestisida, serta peralatan pendukung budidaya.

Ada beberapa kriteria yang menandakan lokasi tersebut dikatakan ideal untuk budidaya pamelo merah. Simak ulasannya di bawah ini.

Ketinggian tempat

Pamelo merah termasuk tanaman buah yang cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian dataran kurang dari 400 meter di atas permukaan laut (m dpl). Pamelo merah yang ditanam di atas ketinggian 400 m dpl akan memiliki kulit tebal dan rasanya asam serta getir. Tentu saja kualitas buah tersebut kurang disukai oleh konsumen yang sudah mengenal buah pamelo merah manis dan lezat.

Suhu dan curah hujan

Suhu bulanan yang ideal untuk budidaya pamelo merah sekitar 22—33°C. Sementara itu, curah hujan yang ideal untuk tanaman pamelo merah adalah 1.200—2.000 mm per tahun.

Baca Juga:  5 Tips Mencegah Serangan Hama dan Penyakit pada Jamur Budidaya

Jenis tanah

Pada dasarnya pamelo mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah, mulai dari tanah berpasir hingga tanah lempung berat. Namun, pamelo dapat tumbuh lebih optimal dan subur jika ditanam pada tanah bertekstur sedang, gembur, dan subur.