Lokasi yang Cocok untuk Menanam Buah Kesemek

Pertanianku — Nama buah kesemek mungkin sudah tidak begitu asing di telinga orang Indonesia, tetapi banyak orang belum pernah menemui fisiknya apalagi mencicipinya. Keberadaan buah ini memang terbatas, meski namanya sudah populer. Hal ini karena buah kesemek tidak banyak dibudidayakan. Meskipun begitu, sebenarnya, tidak ada syarat khusus untuk lokasi menanam buah kesemek.

buah kesemek
foto: Pertanianku

Buah kesemek lebih banyak diperbanyak secara okulasi, cangkok, dan sambungan. Jika ditanam dari biji, pohon akan lebih lama mengalami pembuahan. Pohon yang berasal dari bibit cangkok atau okulasi sudah bisa berbuah setelah berumur 3—4 tahun.

Pohon buah kesemek bisa tumbuh mudah di lahan subur, gembur, dan banyak air. Curah hujan di lokasi menanam buah kesemek sekitar 2.000—3.000 mm/tahun. Hujan jatuh selama 7—8 bulan/tahun.

Kesemek dapat tumbuh subur di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000—1.200 mdpl dengan pH tanah sekitar 5,5—6,5. Pohon kesemek bisa dipelihara di bawah naungan seperti di bawah pohon besar atau bayangan bangunan. Namun, pohon juga bisa ditanam di daerah terbuka yang mendapatkan sinar matahari secara penuh.

Sayangnya, kesemek tidak bisa ditanam di daerah kering karena tidak tahan terhadap kekeringan. Pada musim kemarau seluruh daun pohon akan berubah menjadi kuning dan berguguran. Hal tersebut menjadi alasan mengapa kesemek tidak bisa ditanam di daerah kering.

Lahan yang akan digunakan untuk menanam harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma, kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 60 cm × 60 cm × 50 cm. Jika ada lebih dari satu pohon yang ditanam, gunakan jarak tanam antarlubang sekitar 6—8 m. Setiap lubang tanam diberikan pupuk kandang atau organik yang sudah matang sebanyak 20—30 kg. Diamkan selama beberapa saat agar lubang tanam siap digunakan.

Baca Juga:  Asparagus densiflorus, Tanaman Hias Ekor Tupai yang Banyak Digemari

Buka plastik polibag yang menempel pada bibit secara perlahan agar tidak ada sistem perakaran tanaman yang rusak. Letakkan bibit di tengah lubang dan tutup lubang tanam dengan sisa tanah yang gembur dan halus. Berikan sedikit tekanan ke arah akar bibit agar tanah di sekitar pohon rapat sehingga bibit tidak mudah goyah. Anda juga bisa memberikan kayu di sampingnya untuk memperkuat bibit agar tidak roboh ketika tertiup angin.