Lokasi yang Disukai Cacing Sutera

Pertanianku Cacing sutera sangat dibutuhkan sebagai pakan alami untuk benih ikan atau biota perairan lainnya karena di dalamnya terkandung gizi yang sempurna. Hingga saat ini masih banyak orang yang mencari cacing langsung dari alam meskipun sistem budidaya cacing sudah berkembang.

cacing sutera
foto: Pertanianku

Cacing sutera umumnya hidup bergerombol di saluran air yang banyak mengandung bahan organik dengan aliran yang tidak begitu deras. Bahan organik tersebut merupakan pakan yang dibutuhkan oleh cacing. Gerombolan cacing akan terlihat seperti gulungan benang merah yang kusut dan berumbai-umbai. Jika pada saluran tersebut Anda berhasil menemukan gerombolan cacing, besar kemungkinan masih ada gerombolan cacing lain di sekitarnya.

Pakan alami untuk benih ini memiliki kebiasaan unik, yakni membenamkan dirinya ke dalam lumpur untuk mencari makan. Sementara itu, bagian ujung ekornya akan disembulkan ke atas permukaan untuk bernapas.

Karena bahan organik merupakan sumber pakan yang dibutuhkan, cacing ini dapat berkembang biak dengan baik di aliran air dengan kandungan bahan organik yang tinggi, seperti perairan yang dialiri limbah tahu atau tapioka. Begitu pun untuk cacing yang dibudidayakan, pembudidaya harus membuat isi wadah pemeliharaan yang kaya akan bahan organik agar cacing mampu berkembang biak dengan baik.

Pembudidaya dapat membuat wadah budidaya yang kaya akan bahan organik seperti habitat asli cacing dengan cara mencari koloni cacing sutera yang masih bercampur dengan lumpur di sungai atau selokan. Setelah itu, pindahkan cacing ke lokasi lain yang jaraknya tidak begitu jauh. Endapan lumpur menjadi faktor pendukung bagi cacing untuk terus bertahan di lokasi tersebut.

Cacing sutera dapat hidup pada perairan dengan salinitas 10 ppt. Perairan dengan kandungan fosfat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi dan penurunan kadar oksigen terlarut hingga 0 ppm sehingga pertumbuhan cacing di perairan tersebut terhambat.

Baca Juga:  Prospek Cerah Ternak Jangkrik

Menurut para pakar, cacing sutera menyukai daerah permukaan air hingga kedalaman 4 cm. Hal tersebut dapat menjadi panduan bagi pembudidaya untuk membuat media atau substrat sebagai tempat budidaya cacing.

Koloni cacing akan sulit berkembang pada kondisi permukaan air yang terlalu tinggi. Bahkan, koloni cacing dapat mati karena tidak mendapatkan asupan oksigen. Sementara itu, jika permukaan air terlalu rendah, suhu lingkungan menjadi tinggi. Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan cacing tidak bisa bertahan hidup lebih lama.

Ketinggian permukaan air yang optimal bagi cacing adalah 5 cm dengan kandungan pH 5,5—8, suhu 25—28°C,  dan kandungan oksigen terlarut 2,5—7 ppm.