Lokasi yang Tepat untuk Menanam Lada

Pertanianku— Lokasi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman lada. Semakin optimal lokasi yang digunakan, produktivitas tanaman lada akan semakin meningkat mendekati potensi genetiknya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan saat menentukan lokasi menanam lada, yakni abiotik dan biotik.

lokasi menanam lada
foto: Pertanianku

Faktor abiotik

Faktor abiotik atau fisik dapat memengaruhi pertumbuhan, produktivitas, tingkat serangan hama penyakit, dan pemilihan pola tanam lada. Faktor lingkungan abiotik yang memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman antara lain intensitas radiasi surya, suhu, kelembapan, air, CO2, serta kesuburan fisik dan kimia tanah.

Tanaman lada menyukai iklim dengan curah hujan 2.000—3.000 mm per tahun dengan rata-rata 2.300 mm per tahun. Suhu yang cocok untuk tanaman lada adalah 20—34°C dengan kisaran 21—27°C di pagi hari dan 26—32°C di sore hari. Lada tumbuh optimal pada kelembapan 60—80 persen.

Tanah yang cocok untuk menanam lada adalah podsolik, andosol, latosol, grumosol, dan regosol dengan tingkat kesuburan dan drainase yang baik. Tekstur tanah yang dibutuhkan tanaman adalah liat berpasir dengan pH 5,5—5,8.

Faktor biotik

Faktor biotik meliputi jenis tanaman sela, hama, penyakit, dan gulma. Faktor ini sangat memengaruhi tanaman lada apabila ditanam dengan pola tanam campuran. Anda perlu memerhatikan interaksi antartanaman yang ditanam bersamaan di dalam lahan. Jika interaksinya positif, kedua tanaman tersebut saling melengkapi. Sebaliknya, jika terjadi interaksi negatif, ada persaingan antartanaman.

Tanaman lada memiliki perakaran yang dangkal, yakni 80 persen berada di lapisan tanah sedalam 0—40 cm sehingga sebaiknya tanaman dikombinasikan dengan tanaman berakar yang dalam.

Lada dapat ditanam dengan tanaman berpohon rendah, seperti kakao, kopi, pisang, dan pepaya. Selain itu, tanaman juga bisa dikombinasikan dengan tanaman semusim, seperti jagung, padi, singkong, buncis, kacang tanah, cabai, dan jahe.

Baca Juga:  Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Faktor biotik lainnya yang perlu diperhatikan adalah serangan hama, penyakit, dan organisme pengganggu lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman.