Luas Panen Padi di Wilayah Ini Ditargetkan 4.000 Hektare pada Oktober


Pertanianku – Memasuki musim hujan, serapan gabah di Provinsi Jawa Tengah dikabarkan merosot di kuartal II dan III. Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah juga termasuk rendah.

Foto: pixabay

Rendahnya serapan gabah ini akan berimbas pada cadangan stabilitas harga pangan (CSHP) Bulog Subdivre Surakarta yang ditargetkan sebanyak 20 ribu ton.

“Sedangkan hingga sekarang (realisasi) baru 5.000 ton. Masih ada kurang 15 ribu yang harus dikejar tiga bulan ini,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, ketika mengunjungi mitra pengadaan beras Bulog, PT Jaya Mas, beberapa waktu lalu.

Guna mengejar ketinggalan tersebut, ujarnya, maka Bulog minimal harus menyerap 250 ton. Ia menyebutkan target ini masih mungkin dikejar karena beberapa wilayah di Karanganyar akan panen.

“Oktober, November, dan Desember, Karanganyar merupakan salah satu daerah yang luasan panennya masih banyak (lebih dari 25 ha). Untuk Oktober saja ada sekitar 4.000 hektare (ha), ini peluang,” jelasnya seperti dilansir Republika (4/10).

Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, menyambut peluang tersebut dan akan bekerja sama.

“Diusahakan sekitar 10 hingga 20 persen untuk setor ke Bulog. Kalau produksinya sekitar 5.000 beras per ha, bisa kita setor 2.000 ton beras ke Bulog,” ungkapnya, dalam siaran pers.

Jejaring penggilingan padi kecil pun, imbuh dia, diharapkan bisa berkembang di Karanganyar guna memasok dan menumbuhkan mitra beras Bulog.

Dengan begitu, pihaknya akan berusaha mendekati penggilingan padi kecil di daerahnya. Untuk diketahui, Karanganyar memiliki 17 kecamatan dan terdapat 700 penggilingan padi kecil.

Baca Juga:  Musim Tanam Tiba, Stok Pupuk Dipastikan Aman
loading...
loading...