Lucunya Sugar Glider, Binatang Peliharaan dalam Saku


Pertanianku — Pernah mendengar hewan bernama sugar glider? Hewan tersebut tampaknya masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, spesies ini berasal dari Papua, baik yang ada di wilayah Indonesia maupun Papua Nugini. Sebagian bisa dijumpai di Halmahera (Maluku Utara), bahkan sampai Australia dan Tasmania.

sugar glider
Foto: Pixabay

Nama ilmiah dari sugar glider ialah Petaurus brevicep. Sosoknya imut, dengan perilaku lucu dan unik. Hewan ini memiliki habitat di dalam hutan-hutan belantara yang ada di Papua, Maluku Utara, Papua Nugini, Australia, dan Tasmania.

Mereka biasanya mendiami hutan-hutan yang masih memiliki banyak persediaan pakan, meski ada juga yang ditemukan di hutan eukaliptus. Sama seperti landak mini, sugar glider juga termasuk hewan nokturnal atau beraktivitas pada malam hari. Mereka acapkali berburu serangga dan vertebrata kecil, mengisap nektar dari bunga tanaman, atau menyantap buah.

Penampilannya memang mirip tupai, dengan ekor panjang, yang bisa digunakan untuk memegang dan sekaligus alat bantu bergelantungan di pohon. Tubuhnya dilapisi mantel, yaitu bulu tebal yang lembut, berwarna cokelat muda/krem dengan garis cokelat tua atau hitam dari hidung hingga punggungnya.

Satwa ini memiliki kemampuan meluncur dari pucuk batang pohon ke bawah, bahkan bisa melayang di udara seperti tupai terbang. Karena kemampuan meluncurnya, juga kegemarannya terhadap buah dan nektar yang bersifat manis, hewan ini dinamakan sugar glider.

Sebagai hewan peliharaan, sugar glider memiliki beberapa kelebihan, yakni daya adaptasi terhadap lingkungan baru sangat tinggi, tidak takut terhadap manusia, dan mudah dipelihara. Selain itu, mudah dibawa kemana saja, termasuk disimpan dalam saku celana pemiliknya.

Karena bisa disimpan dalam saku celana, sugar glider sering dijuluki pula sebagai “hewan peliharaan dalam saku”. Populasi sugar glider di alam liar memang masih aman. Meski demikian, ada baiknya Anda membeli hewan hasil penangkaran, agar bisa menekan angka penangkapan di alam liar.

Baca Juga:  Merpati Selalu Pulang ke Rumahnya Tanpa Tersasar, Kok Bisa?

Bahkan, kalau sudah memiliki sepasang jantan dan betina, boleh juga mencoba menangkarnya. Binatang marsupial atau berkantung ini sudah mencapai umur dewasa kelamin pada umur 4 bulan. Jadi, sejak itulah mereka bisa dikawinkan sehingga bisa menghasilkan anak-anak sugar glider yang lucu-lucu. Induk betina akan bunting selama 15—17 hari.