Magot, Alternatif Pakan Lele


Pertanianku Magot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF) dapat menggantikan 50% pakan komersial pada ikan lele. Kandungan protein BSFcukup tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan alternatif pakan ternak. Ketersediaannya pun banyak karena para peternak juga dapat membudidayakannya.

magot
Foto: Google Image

Magot mempunyai kandungan nutrisi mirip tepung ikan terutama tepung ikan lokal yang diproduksi dalam volume besar pada waktu yang singkat dan berkesinambungan. Kadar protein magot lebih rendah daripada tepung ikan impor dan tepung ikan lokal. Namun, kandungan protein media tumbuh sangat menentukan kadar protein dan umur magot BSF.

Saat ini BSF memang sangat menarik perhatian peneliti dan praktisi di dalam dan luar negeri. Banyak peternak mulai memanfaatkan larva BSF sebagai pakan ikan dan unggas skala kecil, menengah, ataupun besar. Ikan lele yang mengonsumsi pakan berupa prapupa BSF dapat tumbuh dengan baik.

Pemberian magot kepada ternak terbukti dapat meningkatkan produktivitasnya. Adapun pemberian dalam bentuk olahan berupa tepung jadi langkah yang lebih baik. Sebab, peternak dapat menyetok bahan, penyimpanan lebih mudah, dan tahan lama.

Selain itu, bila tepung difermentasi, kandungan nutrisi meningkat tajam dan lebih mempercepat pertumbuhan ternak.

Efisiensi total budidaya ikan lele dengan tambahan magot BSF sebagai sumber protein 18—37%. Pada ikan lele, substitusi magot segar dengan pakan komersil mencapai 50%.

Hasilnya, laju pertumbuhan jadi lebih baik dan dapat menurunkan biaya pakan sebesar Rp1.819 per ikan. Peternak dapat meningkatkan substitusi magot sampai 54% tanpa menurunkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan.

Baca Juga:  Cara Mudah Budidaya Udang untuk Pakan Ikan