Mahasiswa Ini Kembangkan Alat Pendeteksi Pestisida pada Sayuran


Pertanianku – Pestisida berfungsi untuk membuat tanaman tak mudah terserang hama dan penyakit. Bahkan, pestisida biasanya merupakan jalan yang dipilih banyak petani guna menghadapi serangan hama untuk meningkatkan hasil produktivitas komoditas hortikultura. Pestisida sendiri terdiri atas dua bagian, yakni pestisida organik dan kimia.

Meskipun penggunaan pestisida kimia telah berkurang, karena dinilai sangat membahayakan bagi kesehatan, masih ada juga petani yang tetap menggunakan pestisida kimia. Seperti yang kita tahu, tanaman akan terkontaminasi pestisida, terutama yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan buah dan sayuran jadi berbahaya untuk dikonsumsi.

Melihat kondisi tersebut mengenai kandungan pestisida yang berbahaya, membuat sekelompok mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, (UB) Malang mengembangkan alat pendeteksi pestisida pada sayuran.

“Konsumsi sayuran yang tercemar pestisida secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan konsumen,” kata Muhammad Ainul Yaqin, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Yaqin bersama Ratyawisnu Fahmiaji Winarto dan Velarida Esa Sakti mengembangkan alat deteksi pestisida. Mereka menemukan alat berbentuk kertas yang diberi nama Rapde (Rapid Pesticide Biosensor).

Rapde dibuat dengan memanfaatkan enzim khusus yang bisa bereaksi saat terkontaminasi pestisida. Indikatornya berupa perubahan warna, sebagai sebuah reaksi dari adanya kandungan pestisida.

“Alat tersebut memanfaatkan enzim yang bernama asetilkolinesterase yang bisa dihasilkan oleh belut listrik. Enzim ini bisa mendegradasi asetilkolin, neurotransmitter pada otak menjadi kolin,” ucapnya.

Kolin yang selanjutnya akan mengubah senyawa pewarna dalam biosensor menjadi kuning. Dengan adanya pestisida, reaksi degradasi tadi bisa dihambat dan menyebabkan tidak terjadi perubahan warna. Hal inilah yang selanjutnya menjadi dasar penentuan ada tidaknya pestisida pada sayuran.

Rapde diharapkan dapat menggantikan metode deteksi yang sebelumnya ada, seperti kromatografi yang membutuhkan banyak alat, biaya dan ketrampilan khusus. Rancangan yang dibuat kecil dan mudah dioperasikan, alat ini diharapkan bisa digunakan siapa saja dengan biaya yang murah. Walaupun begitu, saat ini Rapde masih butuh beberapa pengembangan dan penyempurnaan lagi.

Baca Juga:  Knockdown: Sistem Hidroponik Portabel Terbaru
loading...
loading...