Mahasiswa IPB Bangkitkan Teknologi Pertanian Tanah Air dengan Cara Ini


#72Indonesia: Inovasi di sektor pertanian semakin berkembang

Pertanianku – Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun pada 17 Agustus mendatang, Indonesia terus mengembangkan sektor pertanian ke arah lebih baik lagi. Bahkan, kini sejumlah teknologi pertanian telah dikembangkan dan diciptakan oleh generasi muda bangsa Indonesia.

Indonesia sudah selayaknya perlu menggunakan teknologi untuk terus berinovasi demi membangkitkan gairah di sektor pertanian. Hal tersebut yang mendorong pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi menciptakan sesuatu yang nantinya dapat dipergunakan untuk mendongrak produktivitas pertanian di Indonesia.

“Tanpa teknologi, tanpa inovasi, mustahil Indonesia bangkit,” kata Amran saat menjadi pembicara pada seminar nasional bertajuk “Peran Teknologi Agronomi dalam Mempercepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian” oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) di Bogor, beberapa waktu lalu, sebagaimana mengutip Kompas (7/8).

Kementerian Pertanian mendorong penerapan teknologi secara nyata dengan merevisi regulasi pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Saat ini, pengadaan alat dan mesin pertanian bisa diakses melalui e-catalogue.

Inovasi di bidang pertanian, kata dia, bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam Kompas.com (7/7), Amran mengatakan riset pertanian dibutuhkan agar swasembada pangan tercapai. Misalnya, mengembangkan bibit unggul jagung dari dua menjadi tiga tongkol. Penelitian lain yang dibutuhkan adalah pengembangan bibit unggul sapi berbobot 400 kilogram menjadi satu ton.

“Kementerian Pertanian siap menerapkan inovasi dan teknologi terbaru di bidang pertanian,” ucap Menteri Amran.

Terkait beras, Amran mengaku terkesan dengan benih unggul dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni IPB 3S. IPB 3S adalah varietas beras unggulan yang dirilis sejak 2013. Salah satu sifat unggul padi varietas ini tidak butuh banyak air.

Jika dibandingkan dengan varietas unggul lainnya seperti Ciherang, IPB 3S mampu menghasilkan 8,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Sementara, rata-rata produksi beras biasanya mencapai hingga 6 ton (GKG) per hektare.

Baca Juga:  Canggih, Mahasiswa Ini Kembangkan Alat Penghilang Bau Kandang

Pemulia varietas padi IPB 3S adalah Hajrial Aswidinnoor. Presiden Joko Widodo juga pernah menyaksikan panen padi IPB 3S pada Minggu (27/9/2015) di Desa Cikarang, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

“Kementerian Pertanian akan membeli benih unggul IPB 3S dan akan kami sebarkan ke petani di seluruh Indonesia” lanjut Mentan.

Untuk itu, petani yang berada di Kabupaten Tuban menanam padi menggunakan mesin tanam. Pemerintah mencanangkan Percepatan Serap Gabah Petani untuk 2017 sejak Maret—Agustus. Targetnya adalah 4 juta ton setara beras.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan pembangunan pertanian perlu memperhatikan tiga hal. Pertama, adalah inovasi. Kedua, usaha tani harus optimal, modern. Dan ketiga, terkonsolidasi. “Dibutuhkan ketekunan dari hulu dan hilir melalui usaha komprehensif,” ungkapnya.

loading...
loading...