Makan Sepuasnya atau Bawa Pulang Lengkeng di Kampung Lengkeng Grobogan

Pertanianku Kampung lengkeng berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Ngaringan Andalan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kebun buah ini merupakan lokasi agrowisata baru yang muncul ketika pandemi. Kebun seluas 60 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Rezeki.

kampung lengkeng
foto: pertanianku

Awalnya area tersebut merupakan lahan yang kurang produktif. Namun, kini lahan tersebut sudah berhasil diubah menjadi kebun petik lengkeng yang digandrungi oleh masyarakat, termasuk anak-anak milenial. Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengaku senang ketika melihat perkembangan kampung lengkeng tersebut.

“Lokasi ini telah mengusung konsep Kampung Hortikultura dan inilah contoh dari kampung buah yang rencananya akan kita kembangkan,” tutur Prihasto seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Pengembangan Kampung Lengkeng bertujuan mengurangi impor lengkeng asal Thailand yang selalu dilakukan setiap tahun. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sehingga petani lengkeng di Indonesia dapat mandiri dan tidak bergantung pada impor.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Wasiran, mengaku kebun tersebut tidak pernah sepi pengunjung.

“Alhamdulillah banyak yang berkunjung ke sini, baik sekadar berwisata sambil metik sendiri atau sengaja beli untuk dijadikan buah tangan. Tapi Insya Allah mereka semua mematuhi prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” papar Wasiran.

Koordinator PPL Kecamatan Ngaringan Moh. Matamari menjelaskan bahwa 30 hektare dari lahan kebun lengkeng tersebut berasal dari APBN 2021, sedangkan sisanya didapatkan dari swadaya petani. Varietas lengkeng yang ditanam di kebun tersebut adalah lengkeng Itoh Super dengan rata-rata produksi mencapai 1 kuintal per pohon. Satu hektare lahan dapat digunakan untuk menanam 300 pohon dengan produksinya mencapai 30 ton per hektare dalam satu periode panen.

Keberadaan Kampung Lengkeng ini tentu akan menguntungkan petani. Pasalnya, selain bisa menghasilkan buah lengkeng, kebun ini juga digunakan sebagai tempat wisata. Wisatawan yang berkunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp30 ribu. Di dalam kebun, wisatawan dapat mencari buah lengkeng sendiri untuk dimakan atau di bawa pulang. Lengkeng yang akan dibawa pulang dikenakan biaya sebesar Rp40 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Pengembangan Kampung Pisang untuk Meningkatkan Kualitas Pisang Ekspor

Hingga saat ini wisatawan yang berkunjung ke Kampung Lengkeng tersebut paling banyak berasal dari Kabupaten Grobogan, Blora, Pati, dan Semarang.