Manajemen Air Pemeliharaan Induk Lele


Pertanianku – Untuk pemeliharaan induk bisa menggunakan air sungai, air irigasi, air sawah, air sumur, air bekas kolam, bahkan air selokan. Sebelum digunakan, air untuk pemeliharaan induk tidak perlu diendapkan, kecuali air hujan. Secara fisik, induk lele sudah tahan terhadap perubahan, suhu, pH, dan kadar oksigen yang rendah serta mampu beradaptasi dengan air baru. Khusus untuk kolam induk, airnya harus dikeruhkan dengan pekat menggunakan tanah sawah atau tanah merah. Tujuannya untuk mencegah perkelahian dan pemijahan liar di kolam pemeliharaan.

Gunakan Induk Lele Matang Gonad Untuk Bisnis Lele Anda

Untuk menjaga kualitas air kolam pemeliharaan, perlu adanya pengawasan rutin, baik harian atau mingguan. Pergantian air sangat tergantung pada kepadatan ikan, jenis pakan, dan banyaknya pakan yang diberikan. Semakin padat ikan dan jumlah pakan yang diberikan, frekuensi pengantian air tentunya lebih sering. Air kolam yang sudah menurun kualitasnya ditandai dengan bau menyegat dan tidak sedap, air berbusa, terlalu keruh, berlendir, atau ada indukan yang mengantung. Tindakan yang dilakukan untuk menetralisir air tersebut antara lain sebagai berikut.

– Mengurangi, lalu menambah air sesuai volume yang dikurangi.

– Pergantian air total bila ada induk yang mengambang.

– Penambahan air baru dan dibiarkan meluap melalui pembuangan.

– Pemberian probiotik pengencer air serta pengurai sisa pakan dan amoniak.

 

Sumber: Buku Kupas Tuntas Budi Daya & Bisnis Lele

Baca Juga:  Daging Kepiting Punya Segudang Manfaat