Manajemen Budidaya Ikan Lele yang Baik

Pertanianku — Pemeliharaan ikan lele sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan cara budidaya yang Anda gunakan. Budidaya yang dilakukan hanya untuk hobi dengan tingkat kepadatan kolam tentu akan memiliki hasil yang berbeda dengan budidaya yang dilakukan untuk skala usaha dan tingkat kepadatan kolam tinggi. Manajemen budidaya ikan lele harus Anda perhatikan agar bisa mendapatkan hasil yang sudah Anda tetapkan.

manajemen budidaya lele
foto: pertanianku

Manajemen budidaya ikan lele harus dilakukan oleh mereka yang melakukan budidaya, baik untuk skala bisnis maupun skala hobi, terutama untuk manajemen pakan, kesehatan ikan, kondisi air media, dan lama waktu budidaya. Berikut ini beberapa hal manajemen budidaya ikan lele yang harus Anda perhatikan.

Kondisi ikan

Loading...

Kondisi ikan dari benih hingga besar seukuran ikan konsumsi harus Anda perhatikan setiap perkembangannya. Perhatian harus lebih ditingkatkan pada saat awal benih masuk ke media budidaya. Pada saat itu, kondisi ikan sangat rawan dengan tingkat kematian tinggi. Pasalnya, benih mudah stres jika tidak bisa beradaptasi.

Kondisi ikan yang harus dipantau adalah reaksi ikan saat berenang, gerakan ikan saat menerima reaksi dan saat mengambil oksigen. Kondisi fisik ikan juga harus diperhatikan untuk mendeteksi adanya kejanggalan sedini mungkin.

Wadah budidaya

Kondisi wadah juga harus diperhatikan karena wadah menjadi tempat ikan berkembang biak. Perhatikan kuantitas air jangan sampai menurun drastis yang biasanya disebabkan oleh kebocoran pada wadah. Wadah budidaya yang rentan bocor adalah kolam terpal.

Kondisi lingkungan

Kondisi lingkungan yang meliputi suhu, kondisi sumber air, dan saat musim hujan. Jika lokasi Anda dekat gunung berapi dengan aktivitas debu semburan, harus diperhatikan karena debu tersebut dapat memengaruhi proses budidaya.

Pengelolaan air

Baca Juga:  Cara Mencegah Lele Jatuh Sakit

Cara pengelolaan air yang dilakukan bergantung pada sistem budidaya yang digunakan. Ada pembudidaya yang melakukan pergantian air, tetapi ada juga yang tidak melakukannya. Ada yang menggunakan pengelolaan air biasa. Ada pula yang menggunakan pengelolaan dengan sistem organik.

Sortasi

Sortasi bertujuan menyeragamkan bentuk ikan di dalam kolam sehingga menekan angka kanibalisme antar-ikan. Penyortiran dilakukan setiap dua minggu sekali atau bisa dilakukan pada saat ukuran ikan sudah terlihat berbeda secara signifikan.

Penyakit

Untuk mengobati ikan yang sakit, harus dilakukan sesuai dengan penyakit yang tengah diderita oleh ikan.

Panen

Panen dapat dilakukan dengan cara sortir atau dilakukan sekaligus semuanya. Panen dengan sortir bertujuan mendapatkan ikan yang sudah layak konsumsi.

 

 

 

Loading...
Loading...