Manajemen Panen Cacing Sutera


Pertanianku – Sebagaimana yang telah dibahas pada bab sebelumnya, cacing sutera akan tumbuh dengan baik setelah dua minggu sejak bibit ditanam. Panen pertama baru dapat dilakukan setelah cacing berumur 50—57 hari. Jika sudah dipanen perdana, selanjutnya cacing sutera dapat dipanen berturutturut setiap dua minggu sekali (10—15 hari sekali).

Kandungan Nutrisi Cacing Sutera

Untuk bisa memanen cacing sutera setiap hari, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sejak awal pembuatan wadah dan media kultur. Beda wadah yang digunakan, manajemen panen yang diterapkan juga berbeda.Hal tersebut terkait dengan jumlah wadah dan kapasitas produksi yang diinginkan sehingga panen bisa dilakukan setiap hari.

  1. Manajemen panen di kolam tanah

Pada penggunaan kolam tanah sebagai wadah budi daya, agar panen bisa dilakukan setiap hari, sebaiknya kolam tanah yang digunakan minimal 10—15 petak dengan luas 5 m2/petak (0,5 m x 10 m). Setelah 50—57 hari sejak bibit cacing sutera pertama ditebar, panen pertama dilakukan dan dimulai dari satu kolam. Pada hari berikutnya, peternak bisa memanen kolam berikutnya sampai nantinya kembali pada kolam yang pertama dipanen (kolam A) setelah 10—15 hari. Dengan kapasitas produksi budi daya cacing sutera sekitar 250—500 ml/m2, setiap 1 petak (luasnya 5 m2), akan menghasilkan produksi cacing sutera sebanyak 6,25—12,5 l.

  1. Manajemen panen di kolam terpal dan beton

Penggunaan wadah di kolam terpal dan beton bisa dianggap sama karena memang kapasitas yang dihasilkan pun sama. Yang berbeda hanya bahan pembuatnya. Untuk lahan yang tidak terlalu luas, sekitar 50 m2, dapat dibuat kolam terpal atau beton dengan ukuran masing-masing 0,5 m x 1 m. Agar panen bisa dilakukan setiap hari, jumlah kolam yang dibutuhkan minimal sebanyak 80 petak.

Baca Juga:  Mudahnya Budidaya Ikan Cupang

Sama seperti pada kolam tanah, yaitu setelah 50—57 hari sejak penebaran bibit pertama, panen pertama bisa dilakukan. Panen pertama dilakukan dengan mengambil cacing dari 8 petak pertama (misalnya kolam A1—A8). Pada hari berikutnya, dapat dilanjutkan dengan memanen kolam B1—B8, lalu seterusnya sampai kolam J1—J8. Panen akan terus berputar sampai nantinya kembali ke kolam A1—A8.

Berdasarkan pengalaman Ahmad Munajat, pembudidaya cacing sutera di Purwokerto, dengan kolam terpal atau beton, kapasitas produksi bisa mencapai 5 gelas/m2 dengan asumsi 250 ml/gelas. Jadi, setiap meter persegi dapat dihasilkan cacing sutera sebanyak 1,25 l. Jika yang dipanen adalah kolam A1—A8, dapat dihasilkan cacing sutera sebanyak 5 l. Jadi, semakin banyak petakan atau semakin luas lahan yang dimiliki, produksi dapat ditingkatkan dan penghasilan pun akan semakin tinggi.

  1. Manajemen panen di wadah nampan/tray

Penggunaan wadah nampan sebagai wadah produksi cacing sutera jangan dilihat hanya dari ukuran wadahnya yang kecil. Namun, dengan jumlah nampan yang banyak memungkinkan produksi lebih tinggi daripada wadah lainnya. Untuk mendapatkan kontinuitas produksi, nampan yang digunakan minimal 300 buah. Wadah disusun berdasarkan baris. Misalnya 1 rangkaian rak berisi 100 nampan sehingga dibutuhkan 3 rangkaian rak. Setiap rak terdiri atas 10 baris dan 10 kolom. Baris paling atas adalah baris A1—J1 sampai baris terbawah A10—J10, sedangkan kolomnya adalah A1—A10.

Waktu panen perdana sejak bibit ditebar sama seperti pada wadah lainnya, yaitu 50—57 hari. Pemanenan pada nampan untuk setiap raknya dilakukan per kolom, yaitu dari A1—A10. Hari berikutnya, dilakukan panen pada kolom B1—B10, seterusnya sampai kolom J1—J10, lalu kembali ke kolom A1—A10. Panen dilakukan berdasarkan kolom yang sama. Hal itu karena jika air di pipa paralon bagian atas rak ditutup saat panen, otomatis aliran air di nampan bagian bawahnya juga mati. Dengan demikian, proses produksi pada kolom lainnya tidak terganggu karena aliran airnya tetap berjalan.

Baca Juga:  Hobi Ikan Koi Bisa Datangkan Omzet Puluhan Juta

Sebagaimana diutarakan oleh penemu produksi cacing sutera dengannampan, yaitu Agus Tiyoso, kapasitas produksi cacing sutera bisa mencapai  1 gelas per nampan dengan asumsi 250 ml per gelas. Jadi, dalam sehari dapat dipanen 2,5 l cacing sutera dari 10 nampan. Jika jumlah nampan dan rak yang digunakan lebih banyak, tentu saja produksi dapat ditingkatkan lagi. Produksi yang tinggi dengan sistem ini sangat memungkinkan karena tidak diperlukan lahan yang luas. Dengan lahan seluas 50 m2, dapat dibuat 10—20 rangkaian rak.

 

Sumber: Buku Beternak Cacing Sutera Secara Modern

 

loading...
loading...