Manajemen Pemberian Pakan yang Baik untuk Ikan Gurami

Pertanianku — Manajemen pakan ikan gurami dapat disesuaikan dengan sistem usaha yang dijalankan. Misalnya, pada budidaya ekstensif yang tidak membutuhkan pakan tambahan. Sementara itu, pada budidaya semi-intensif pakan tambahan digunakan sebagai pelengkap pakan alami yang ada dalam perairan.

pakan ikan gurami
foto: Pertanianku

Pakan tambahan tersebut umumnya berupa sisa-sisa dari salah satu bahan pangan yang tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu dan tidak mengandung komposisi yang khusus dan terencana.

Berbeda dengan budidaya intensif, pada sistem budidaya ini seluruh kebutuhan zat pakan (nutrien), baik secara kualitatif mapun kuantitatif harus dipenuhi dari pemberian pakan buatan dengan komposisi nutrisi yang lengkap dan jumlah pemberian yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

Pasalnya pada budidaya intensif, jumlah ikan yang ditebar jauh lebih tinggi dan bisa melebihi dari kemampuan perairan untuk menyediakan pakan alami. Oleh karena itu, pakan alami tidak terlalu berpengaruh untuk pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup ikan.

Keberhasilan budidaya intensif sangat bergantung pada pakan yang diberikan. Tak heran, biaya pakan relatif cukup tinggi, mencapai 50—70 persen dari total biaya produksi.

Manajemen pakan ikan gurami yang baik memerhatikan kualitas dan jumlah pakan yang diberikan. Kedua hal tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan agar laju pertumbuhannya tidak terhambat dan proses produksi berjalan sesuai agenda. Sementara itu, pemberian pakan yang terlalu banyak dapat menyebabkan pemborosan pakan dan merusak kualitas air di dalam kolam.

Kualitas pakan yang diberikan dapat memengaruhi limbah yang disekresikan oleh ikan. Untuk menentukan kualitas pakan, dapat dilihat dari nilai konversi pakan.

Pakan tidak sekadar menjadi sumber energi, tetapi juga berperan unutk memelihara tubuh, produksi, kesehatan, kelangsungan hidup, dan reproduksi ikan.

Baca Juga:  KKP Meluncurkan Terobosan untuk Genjot Produksi Udang Nasional

Pakan yang baik umumnya mengandung nutrien atau gizi dan memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, pakan juga dapat menyesuaikan kebiasaan dan biologis ikan, produknya efisien, dan berdampak kecil terhadap pencemaran lingkungan.

Pakan yang berkualitas baik tidak akan mudah hancur di dalam air dan bisa bertahan selama 1 menit. Pakan tenggelam tidak akan terlalu cepat tenggelam dan memiliki fase melayang, mengeluarkan aroma yang dapat merangsang ikan, serta dapat disimpan selama dua bulan tanpa merusak kualitas.