Manfaat AJaib Buah Delima

Pertanianku — Delima (Punica granatum) berasal dari Persia dan Himalaya. Ada tiga jenis buah delima yang tersebar di Indonesia, yakni delima putih, delima merah, dan delima hitam. Di antara ketiga jenis delima tersebut, delima merah yang paling terkenal. Manfaat delima yang paling terkenal adalah sebagai sumber antioksidan.

manfaat buah delima
foto: Pixabay

Antioksidan merupakan salah satu senjata untuk mencegah berbagai kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif sehingga mampu melindungi sel dari radikal bebas. Antioksidan tersebut didapatkan dari kandungan polifenol dan antosianin yang cukup tinggi di dalam buah delima.

Buah delima umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar ataupun diolah menjadi jus dan sirup. Mungin Anda pernah mendengar sirup grenadine, sirup tersebut terbuat dari jus delima yang dikentalkan lalu diberi gula. Minuman tersebut dapat berfungsi sebagai penyegar dan penghilang dahaga. Buah yang cukup jarang dijumpai ini juga bisa Anda olah menjadi rujak buah.

Bagian yang dapat dimakan dari buah delima kurang lebih sekitar 50 persen dari berat total buah. Jus segar yang terbuat dari buah delima mengandung 85 persen air, 10 persen gula, 1,5 persen pectin, asam askorbat, polifenol kompleks, dan flavonoid. Kandungan polifenol di dalam jus delima bergantung pada jenis atau varietas yang digunakan. Selain itu, jus delima juga mengandung fitosterol, alkaloid, dan vitamin C.

Rasa asam dan manis yang menyegarkan buah delima berasal dari kandungan gula inversi sebanyak 20 persen (5—10 persen di antaranya berupa glukosa), asam sitrat 0,5—3,5 persen, asam borat, dan asam malat.

Kandungan fitosterol di dalam delima bermanfaat untuk melawan kolesterol. Fitosterol dan kolesterol sama-sama berasal dari golongan lemak. Kolesterol merupakan jenis sterol yang terdapat pada pangan hewani, sedangkan fitosterol berada pada pangan nabati. Fitosterol dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus, memperbaiki pengaturan kolesterol dalam darah, dan meningkatkan pengeluaran garam empedu yang terbuat dari kolesterol.

Baca Juga:  Teknologi Hermetik Efektif Memperpanjang Masa Simpan Biji-bijian

Jenis fitosterol yang terbukti secara klinis dapat menurunkan kolesterol pasma dan LDL kolesterol hingga 10—14 persen adalah sitoastanol.

Selain itu, kandungan fitosterol juga dapat mencegah jantung koroner. Beberapa penelitian membuktikan kandungan fitosterol mampu mencegah penyakit kanker.

Tak hanya mampu mencegah penyakit, kandungan fitosterol juga bisa membentuk permeabilitas kulit yang baik. Kandungan ini dapat melembapkan kulit dan meningkatkan metabolisme kulit serta mencegah inflamasi pada kulit. Manfaat lain dari buah delima adalah mencegah penuaan kulit dan erythema yang disebabkan oleh polarisasi sinar matahari.