Manfaat Asparagus untuk Diet

PertaniankuAsparagus merupakan sayuran yang berbentuk seperti batang tanaman dan sering diolah menjadi sup yang lezat. Sayuran ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, mulai dari menghentikan batuk, melembapkan paru-paru, membunuh parasit dan cacing, antikanker, hingga membantu program diet.

asparagus
foto: Pixabay

Dalam enam tangkai asparagus mengandung 22 kalori, air 97 persen, karbohidrat 4 gram, protein 2 gram, serat 1 gram, kalium 144 mg, fosfor 49 mg, kalsium 18 mg, magnesium 9 mg, FE 1 mg, vitamin A 49 l, folat, vitamin C 10 mg, niasin 1 mg, thiamin 0,1 mg, dan riboflavin 0,1 mg.

Bagian yang dikonsumsi dari tanaman asparagus adalah tunas yang masih muda. Sayur ini dapat diolah dengan cara direbus atau dikukus sebentar hingga terasa lunak dan renyah. Tak jarang, sayur ini diolah dengan cara ditumis bersama dengan bahan-bahan sayuran lainnya.

Kandungan kalori yang tidak begitu tinggi membuat sayuran ini sangat cocok dikonsumsi ketika Anda sedang menjalani program diet. Pasalnya, selain mampu menjaga berat badan agar tidak berlebihan, asparagus juga dapat mengatur gula darah, kadar glikemik indeksnya relatif rendah, mengandung inulis, mengandung asparagin, berperan sebagai diuretik alami, kaya akan kalium, menurunkan kadar lemak, dan kandungan seratnya tinggi.

Asparagus juga menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Kandungan asam amino asparagin berperan sebagai diuretik alami. Zat tersebut dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan kelebihan garam, air, dan zat beracun lainnya melalui urine. Dengan begitu, tekanan di dalam darah akan tetap stabil.

Fungsi diuretik tersebut juga berguna menghindarkan Anda dari risiko infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri. Namun, asparagus dapat membuat urine seseorang berbau belerang. Aroma tersebut disebabkan oleh kandungan asam amino yang terdapat di dalamnya.

Baca Juga:  Langkah Penting Saat Merawat Sayur di Pekarangan Rumah

Jika Anda tertarik untuk mengonsumsi asparagus untuk mendukung program diet, sebaiknya pilih sayuran yang masih segar, tidak layu, dan bagian ujungnya masih tertutup dengan tangkai berwarna gelap. Kondisi tersebut menandakan kandungan nutrisi sayuran masih tinggi.