Manfaat Bawang Bombai untuk Mencegah Kanker


Pertanianku – Kanker berhubungan erat dengan faktor lingkungan di sekitarnya dan pola hidup, terutama pola makan seseorang. Cara untuk mencegah terkena kanker ialah dengan mengonsumsi berbagai macam vitamin, misalnya vitamin A, C, dan E, serta mengonsumsi zat-zat kombinasi sulfur dan flavonoid. Bawang bombai mengandung semua unsur tersebut. Bawang bombai kaya akan flavonoid jenis kuersetin. Dengan demikian, bawang bombai juga dapat disebut sebagai bahan makanan pencegah kanker.

Bawang Bombai Ampuh Mencegah Kanker

Pada riset yang dilakukan oleh salah satu universitas di Amerika Serikat pada tahun 2004, diteliti reaksi perkembangan sel kanker yang disatukan dengan zat-zat yang dikeluarkan oleh bawang bombai. Dari riset tersebut, diketahui bahwa beberapa jenis bawang bombai berkhasiat untuk mencegah kanker hati dan kanker usus besar. Sebuah riset juga menyatakan bahwa dengan mengonsumsi bawang bombai secara rutin sebanyak 1—2 kali dalam seminggu terbukti dapat menurunkan risiko terkena kanker usus besar. Hal ini terjadi karena bawang bombai mengandung flavonoid bernama kuersetin yang berdasarkan riset telah menyebabkan terhentinya pertumbuhan tumor dan melindungi sel usus besar dari kerusakan bahan-bahan penyebab kanker.

Bahkan, masakan yang memakai bawang bombai bisa menyebabkan berkurangnya bahan karsinogen penyebab tumor. Kuersetin dan kurkumin, sejenis fitonutrien, terbukti mengecilkan ukuran massa yang dianggap sebagai suatu awal kanker pada saluran pencernaan manusia. Hal ini telah dipublikasikan pada Clinical Gastroenterology and Hepatology. Tak hanya kanker usus besar, masih menurut American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi bawang bombai juga mengurangi risiko terjadinya kanker mulut dan faring sebanyak 84%, kanker esofagus sebanyak 88%, kanker kolorektal sebanyak 56%, kanker payudara sebanyak 25%, kanker ovarium sebanyak 73%, dan kanker prostat sebanyak 71%.

Baca Juga:  Langkah Bertanam Buah Bit Merah si Umbi Kaya Manfaat

Riset yang bertajuk Nurses Health Study pada 66.940 orang wanita di tahun 1984 hingga 2002 menyatakan bahwa wanita yang banyak mengkonsumsi kaemferol mempunyai penurunan risiko mengidap kanker ovarium. Kaemferol selain banyak terdapat pada bawang bombai juga banyak tersimpan pada brokoli dan bayam. Studi ini juga dipublikasikan pada American Journal of Clinical Nutrition.

 

Sumber: Buku Umbi Ajaib Tumpas Penyakit

 

loading...